Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAMPUNGJERUK, KATEDRALPANGKALPINANG.COM — Keceriaan Natal adalah kecerahan sinar wajah yang berseri–seri dan hati yang gembira dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus merupakan sebuah simbol kerendahan hati yang dipenuhi dengan kuasa Allah sebagai tanda kasih Allah pada umat manusia. Yesus dilahirkan untuk semua orang yang terbelenggu oleh dosa dan mengharapkan kasih setia Allah yang Kudus.

Suasana Ekaristi Natal di Gereja St. Petrus, Kampungjeruk. (GEREJA KAMPUNGJERUK/ LUKAS SIN LIE)

Kelahiran Yesus adalah suatu tanda pengharapan yang diidam–idamkan seluruh keluarga dalam Yesus Kristus Tuhan. Kelahiran Yesus juga merupakan suatu tanda pengharapan bagi orang – orang yang sedang dalam kesusahan. Seperti tertulis dalam Roma 12 : 12, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa!” .

Dari ayat ini kita belajar bahwa Allah selalu hadir dalam kehidupan kita. Apapun masalah yang kita hadapi Tuhan selalu menyertai kita di sepanjang hidup kita. Maka dari itu, mari kita jadikan hari kita sebagai Bait Allah yang suci, yang tercermin dari perkataan dan perbuatan kita dalam kehidupan sehari–hari, sehingga kita dapat melayani sesama dengan sepenuh hati dan memberikan sukacita kepada orang di sekitar kita. Begitu juga harapan umat Gereja Santo Petrus Kampungjeruk, berbagai usaha dilakukan agar perayaan Natal terlaksana walaupun dalam kondisi pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 mengharuskan Gereja St. Petrus Kampungjeruk mengikuti protokol kesehatan dan menerapkan “3M” yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Semua hal itu tidak menghalangi semangat umat Gereja Santo Petrus Kampung Jeruk untuk mempersiapkan perayaan Natal tersebut dengan berbagai kegiatan, antara lain:

      • Gotong-royong Membersihkan Lingkungan Gereja

Umat Gereja St. Petrus, Kampungjeruk bergotong-royong membersihkan lingkungan gereja. (GEREJA KAMPUNGJERUK/ LUKAS SIN LIE)

Gotong royong dimulai dari membersihkan bagian dalam gereja, halaman gereja, gorong – gorong serta melakukan penghijauan di sekitar lingkungan gereja. Nasarius Sukisman selaku Ketua Wilayah XIII mengatakan, “Gotong – royong ini harus dari kesadaran masing – masing individu yang merasa bahwa gereja itu milik kita semua. Jika masing – masing individu sudah merasa gereja itu miliknya juga, maka mereka akan melibatkan diri dan bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan dan ketertiban dalam gereja.”

  • Latihan Koor Perayaan Natal

Latihan koor ini didampingi Harianti dilaksanakan setiap hari Selasa pukul 19.00 WIB. Persiapan koor dilaksanakan sebulan sebelum hari-H, walaupun umat yang mengikuti latihan koor ini sangat minim, tetapi semangat yang menggelora dalam hati umat tak pernah padam.

  • Pembuatan Goa Natal

Umat Gereja St. Petrus, Kampungjeruk bergotong-royong membuat Goa Natal. (GEREJA KAMPUNGJERUK/ LUKAS SIN LIE)

Keterlibatan umat Gereja St Petrus Kampungjeruk patut diacungi jempol. Mereka bahu-membahu membuat goa Natal. Hal ini tampak dalam membuat latar belakang goa Natal, kandang Natal, mencari rumput untuk diletakan dalam goa Natal, memberi warna pada benda–benda yang ada pada goa Natal dan memasang lampu warna-warni sebagai hiasan di luar goa Natal. Sembari bekerja, mereka saling bercengkrama satu sama lain dan ada kalanya sambil bersenda gurau.

Lukas Sin Lie, umat wilayah XIII Kampungjeruk mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya karena masih berkesempatan ambil bagian dalam persiapan Natal.
“Bahagia karena bisa saling bercanda, melengkapi, mengisi, memberikan ide. Teman – teman kelihatan senang dan bekerja dengan sepenuh hati, tanpa beban, kompak semuanya, saling canda satu sama lain,” ungkapnya.

  • Menghias Pohon Natal

Pohon Natal melambangkan ”Hidup Kekal”. OMK Gereja Santo Petrus Kampungjeruk bersukacita menghias pohon Natal dengan pernak – perniknya.

  • Kegiatan Bakti Sosial

Umat Gereja St. Petrus, Kampungjeruk mengadakan bakti sosial kepada warga kurang mampu. (GEREJA KAMPUNGJERUK/ LUKAS SIN LIE)

Selain kegiatan di atas, umat Gereja Santo Petrus Kampungjeruk juga melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan sembako kepada orang – orang yang membutuhkan di sekitar Wilayah Kampungjeruk. Hal ini menyiratkan pesan bahwa bagaimanapun kesusahan hidup yang sedang kita alami, jangan pernah lupa untuk tetap berbuat kasih kepada sesama karena iman tanpa perbuatan yang nyata sama artinya dengan iman yang kosong.

Rayakan Ekaristi Natal
Perayaan Ekaristi malam Natal di Gereja St. Petrus Kampungjeruk dipimpin Romo Berto Ngita Pr dengan renungan Yesaya yang menggambarkan bahwa penyelamatan akan datang ketika dunia berada dalam kegelapan. Kalau dibiaskan dalam konteks sehari – hari, manusia selalu cemas, gelisah menunggu dan kebingungan. Ketika Yesus lahir dunia benar – benar dalam kegelapan, dalam kondisi yang menyedihkan. Ada perbedaan antara kaya dan miskin. Ada orang yang sakit menahun tidak sembuh. Ada orang pelacur yang dianggap remeh. Ada para imam yang dianggap sangat Kudus. Keadilan jauh dari harapan, cinta kasih tidak seperti yang diharapkan.

Yesus lahir dalam palungan yang jauh dari kemewahan, Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Natal sebagai tanda bukti bahwa Tuhan hadir dalam kegelapan untuk menerangi dunia, menebus dan menyelamatkan manusia.
“Semoga palungan menjadi tempat yang layak bagi kita karena berkat kasih karunia Allah, Yesus rela menebus dosa kita,” tandas Rm Berto dalam homilinya.

Pagi harinya, Ekaristi Natal dipimpin Romo Stefanus Tomeng Kelen dengan renungan yang bertemakan “Pada Mulanya Firman dan Firman itu Menguasai Hidup Kita”. Unsur – unsur yang terdapat dalam tema itu adalah tidak ada yang terjadi di dunia ini tanpa firman, tentang dunia, menurut Yohanes dunia adalah sebuah panggung yang berkeliaran kuasa gelap yang ingin menguasai kuasa ilahi. Yohanes mengumumkan kelahiran Yesus Kristus. Kelahiran Yesus Kristus dicitrakan dengan Allah telah hadir dalam bentuk nyata.

Konteks natal dalam masa covid-19, manusia selalu mencari sabda ilahi itu. Apakah Allah sudah bosan dengan umatnya? Apakah Allah menghindari kita karena kita selalu menghindari Allah?
“Ini semua menjadi sebuah masalah yang membuat dunia menjadi gelap, tetapi kita jangan takut akan semua ini, karena Allah hadir untuk membawa kabar gembira untuk kita. Maka jangan kita menghindari Allah, jangan mengejek sesama agama, karena ‘Sabda sudah menjadi daging’,” pesannya.

Mari memaknai Natal di masa Pandemi Covid-19 ini dengan kesederhanaan, cinta kasih sesama, rela berkorban, bahu-membahu dan selalu memupuk persatuan. Selamat Natal 25 Desember 2020 dan Tahun Baru 01 Januari 2021. Berkat Yesus Kristus selalu beserta kita. Amin. (katedralpgk)

Penulis : Emilia Lie Mie Moij
Editor : caroline_fy

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •