Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM — Perayaan Natal tahun ini sungguh berbeda. Tanpa jabat tangan antar sesama umat, terbatasnya perjumpaan dan tanpa kemeriahan pesta, menjadi warna yang berbeda pada perayaan Natal tahun 2020 ini. Natal tahun ini juga jauh dari hingar bingar kemeriahan dan pesta. Semua umat diajak untuk menahan diri, karena penyambutan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dirayakan di tengah-tengah situasi wabah/pandemi covid-19 yang masih berlangsung, bahkan semakin meningkat kasusnya.  Namun begitu, suasana atau situasi sukacita bukanlah perkara ada pesta atau tidak. Sukacita itu hadir dalam situasi batin yang penuh kepasrahan yang dibungkus dalam luapan pengharapan dan kegembiraan menyambut Tuhan yang hadir ke dunia. Umat di wilayah 10 Paroki Katedral Santo Yosef  Pangkalpinang merasakan betul sukacita itu. Kegembiraan dan antusiasme penyambutan kedatangan Tuhan ke dunia telah terasa jauh sebelum perayaan Natal itu sendiri.

Situasi Ekaristi Natal pagi di Kapela St. Mikhael, Baciang. (KATEDRALPGK/WILLY SULUH)

Mulai dari pembentukan panitia Natal, latihan para petugas liturgi, penyiapan sarana prasarana yang diperlukan untuk menyemarakkan kedatangan Tuhan, kerja bakti membersihkan gereja dan areal di sekitarnya, pembuatan gua Natal, menghias gereja, persiapan protokol kesehatan yang ketat dan aneka macam kegiatan lainnya merupakan gambaran dari situasi sukacita yang berkembang dalam hati umat di wilayah 10 Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang.

Puncaknya adalah terselenggarannya perayaan Ekaristi yang khidmat, sederhana sekaligus meriah dan penuh sukacita. Perayaan Ekaristi diselenggarakan di Kapela Santo Mikhael Baciang. Kapel yang digunakan secara bersama tiga KBG di wilayah 10 ini. Perayaan Ekaristi yang pertama adalah vigili Natal, dan pagi harinya adalah Perayaan Ekaristi Natal. Perayaan Ekaristi vigili dipimpin oleh Pastor Andre Lemoro Pr, semantara Perayaan Ekaristi natal pagi dipimpin oleh Parokus Yustinianus Ta’Laleng Pr.

Bagi banyak umat, perayaan Natal tahun ini barangkali menjadi perayaan yang jauh dari kesempurnaan. Perayaan yang jauh dari berbagai macam harapan dan keinginan, tetapi barangkali Tuhan juga ingin menyampaikan sesuatu supaya seperti pada saat kelahirannya, kita menyambut-Nya dalam situasi yang hening, sunyi, penuh kesederhanaan dan suci.

Tuhan memanggil dan mengajak kita untuk hadir mengunjunginya dengan kegembiraan dan sukacita yang penuh, meski dalam situasi yang berat dan memprihatinkan.  Barangkali Tuhan juga mengajak kita banyak bersyukur untuk berbagai macam keadaan yang terjadi dalam hidup kita, terutama karena kita masih bisa merasakan anugerah kesehatan dan keselamatan dalam situasi pandemi yang merajalela ini.

Mencuci tangan adalah salah satu syarat penerapan protokol kesehatan sebelum mengikuti Ekaristi Natal pagi di Kapela St. Mikhael, Baciang. (KATEDRALPGK/WILLY SULUH)

Tuhan memang sungguh baik. Setelah dalam minggu terakhir ini cuaca hujan disertai dengan angin kencang hampir selalu hadir sepanjang hari, namun lagi-lagi Tuhan tetap berkenan umatnya hadir, datang, berdoa yang mengunjunginya di palungan yang Kudus dalam situasi yang sangat kondusif. Tuhan memberikan cuaca yang sangat baik, sehingga umat-Nya dapat hadir dalam situasi batin yang tenang dan damai.

Situasi pandemi di saat Natal memang memberikan banyak keterbatasan, tetapi sukacita umat tetaplah penuh dan berkelimpahan. Seperti juga yang disampaikan Parokus dalam kotbahnya, “Bersukacitalah dan berbagilah sukacita Injil kepada sesama.”

Selamat Natal untuk kita semua. Salam hangat dari umat Katolik di wilayah 10 Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang. Mereka akan menamakan-Nya Imanuel. Tuhan beserta kita. (katedralpgk)

Penulis : Willy Suluh
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •