Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SURAT PASTORAL
PASTOR PAROKI KATEDRAL ST. YOSEF
TENTANG PENETAPAN PERAYAAN TAHUN ST YOSEF DI PAROKI ST YOSEF KATEDRAL PANGKALPINANG

No : 139/P-PSY/XII/2020

Bapak Ibu, saudara dan saudariku, terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus.

    1. 150 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 8 Desember 1870, Beato Pius IX, Santo Yosef ditetapkan sebagai pelindung Gereja Universal. Dalam rangka memperingati penetapan itu, Sri Paus Fransiskus mencanangkan Perayaan Tahun St. Yosef, sejak tanggal 8 Desember 2020 sampai dengan 8 Desember 2021.
    2. Kita semua, sebagai satu umat Allah di Paroki St. Yosef Katedral menyambut perayaan ini dengan penuh syukur, teristimewa, karena sosok Bapa Yosef melekat erat dengan komunitas Paroki kita tercinta ini. Bapa Yosef dipilih menjadi Pelindung Komunitas Paroki kita. Setiap tahun kita memang selalu merayakan Ulang Tahun Paroki dengan pelbagai kegiatan. Namun, pada tahun ini, dalam kesatuan dengan Gereja Universal, kita ingin merayakan tahun ini secara istimewa.
    3. Bapak Ibu Saudara-saudari, Putera-Puteri St Yosef Yang Terkasih. Saya ingin mengutip apa yang diharapkan oleh Sri Paus dengan Perayaan Tahun St. Yosef ini. Sri Paus mengajak kita untuk: “menemukan dalam diri Santo Yosef, bapa Yesus yang selalu hadir setiap hari secara tersembunyi, seorang pendoa, pendukung dan penuntun di saat-saat sulit pengalaman hidup Keluarga Kudus di Nasaret. St Joseph mengingatkan kita bahwa semua orang yang tampaknya tersembunyi atau yang tidak kelihatan memiliki peran dan andil yang tak tertandingi dalam sejarah keselamatan. Di dalam diri Bapa Yosef, kita dapat melihat bagaimana kita bisa mencintai Yesus Dengan Hati Seorang Bapa (Patris Corde).
    4. Ajakan itu menjadi relevan juga bagi Keuskupan karena Bapa Uskup menetapkan bahwa pada tahun 2021, Keuskupan Kita merayakan Tahun Keluarga.  Lewat penetapan tahun keluarga itu, kita ingin mengokohkan identitas keuskupan kita sebagai “Gereja Partisipatif sebagai Gereja Komunio, Gereja Persekutuan”. Kita mau merawat, memperkuat hidup komunio kita khususnya di dalam Keluarga. Kita tahu bahwa pada hari perkawinan, pria dan wanita mengucapkan janji perkawinan. Mereka berjanji untuk membangun persekutuan (consortium, komunio) seluruh hidup, dengan tujuan:  suami-istri saling membahagiakan dan ikut mencipta lewat kelahiran dan pendidikan anak. Demi terciptanya persekutuan yang berlangsung sepanjang hidup itu, ikatan persatuan suami-isteri ini bersifat satu dan tak terceraikan.
    5. Kita tahu, bahwa perjuangan untuk membangun persekutuan cinta dalam keluarga, bukan perkara yang mudah, seperti yang dialami juga oleh Bapa Yosef. Dengan Hati Kebapaannya, St Yosef berhasil mencintai Yesus dan Bunda Maria hingga akhir hidup mereka.
    6. Oleh karena itu, sesudah mendengarkan pandangan Dewan Pastoral Paroki kita, saya memutuskan:
      a) Mulai hari ini, 27 Desember 2020 sampai dengan 27 Desember 2021, kita merayakan tahun Santo Yosef
      b) Tujuan dari perayaan ini adalah:  Kita ingin belajar dari St Yosef bagaimana Hatinya, Bagaimana Keagungannya membangun, mempertahankan persekutuan hidup atau komunio Keluarga Kudus di Nazaret. Kita diharapkan dapat belajar dari St Yosef bagaimana membangun persekutuan keluarga kita, KBG-KBG, Kelompok-Kelompok Kategorial: Orang muda, Anak dan Remaja, PDKK, Legio Maria. CFC, ME, Organ dan Sruktur yang ada di KBG, Wilayah dan Paroki.
      c) Program-Program yang telah direncanakan baik oleh Keluarga, KBG, Wilayah, DPP, PIPA, DPHB, Bapa-Bapa, Ibu-Ibu, OMK, Anak-Remaja (seperti rekoleksi, ziarah, ulang tahun KBG atau Wilayah atau Paroki, natal, Paskah) tidak diubah. Kita  hanya memberi  isi pada kegiatan-kegiatan itu dengan tema-tema yang berhubungan dengan Pribadi dan Hati Bapa Yosef. Bahan-bahan akan disiapkan oleh Tim termasuk beberapa agenda bersama.
    7. Putera-Puteri St Yosef yang saya kasih, melalui surat ini saya mengucapkan selamat merayakan Tahun Santo Yosef untuk kita semua.  Kehidupan St Yosef, Bapa Keluarga kecil di Nazaret ini adalah bukti nyata bahwa menjalankan Injil, menjadi murid Yesus adalah mungkin. Ia memberi contoh kehidupan yang dapat ditiru, seperti  Santo Paulus secara eksplisit menasihati kita: “Jadilah peniru aku!” (1 Kor 4:16). St. Yosef mengatakan hal ini kepada kita dalam diam.

Pangkalpinang, 25 Desember 2020
Doa dan Berkatku;

 

RD. L. Yustinianus Ta’laleng
Pastor Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •