Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RENUNGAN HARIAN

Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal

Kamis, 31 Desember 2020

Bacaan :  Pertama : 1 Yohanes 2 : 18 – 21

Injil : Yohanes : 1 : 1 – 18

 

Hidup Manusia tak pernah luput dari sebuah situasi atau keadaan yang dinamakan KEGELAPAN. Setiap kita tidak menginginkan keadaan seperti itu. Sedapat mungkin orang mengelak, menghindar dan bahkan menolak hadirnya kegelapan dalam kehidupannya.

 

Kegelapan adalah simbol dari ketakberdayaan, kegagalan dan kecemasan manusia. Misalnya orang merasa cemas : cemas ditinggalkan, cemas akan kehilangan sesuatu atau seseorang, cemas akan masa depan yang tidak pasti, cemas akan atau karena sakit dan penyakit. Dan aneka macam bentuk dan uangkapan kecemasan lainnya.

 

Dalam situasi kecemasan atau dalam bahasa refleksi kita kali ini disejajarkan dengan KEGELAPAN, orang membutuhkan kekuatan lain untuk pencerahan, kelepasan, pembebasan, kekuatan, yang kita nama TERANG.

 

Kita saat ini sedang berada di penghujung tahun 2020. Sejak memasuki tahun 2020, selama menjalani tahun 2020 dan mengkahiri tahun 2020, kedua pengalaman ini, KEGELAPAN dan TERANG, telah kita alami, hadapi dan raskan dengan aneka bentuk. Kedua kekuatan itu selalu ada dan hadir dalam setiap langkah kehidupan kita.

 

Sebagai Orang Beriman, Kita yakin dan percaya bahwa sisi kegelapan tak akan lama hadir dalam hidup kita. Mengapa? Jawabannya adalah  CINTA Tuhan selalu untuk kita. Dia tidak menghendaki kematian bagi manusia. Sebaliknya, Dia selalu mengangkat kita dari kegelapan kepada terang untuk menikmati kebahagiaan dan kehidupan baru.

 

Cinta Tuhan bagi manusia bersifat abadi dan tak berkesudahan. Ia akan selalu melenyapkan kegelapan dan kematian serta menerbitkan TERANG DAN KEHIDUPAN buat manusia. Tuhan selalu menyapa manusia dan menunjukkan cinta-Nya kepada manusia melalui berbagai macam peristiwa, antara lain : pertama, Tuhan menyapa dan mencitai manusia lewat karya penciptaan alam semesta yang indah dan mempersona.

 

Kedua, Tuhan juga menyapa manusia melalui sejarah Umat pilihan-Nya yakni sejarah Bangsa Israel. Sejarah perjalanan Bangsa Israel dengan pengalaman jatuh dan bangun-Nya kini menjadi cerminan perjalanan pengalaman kita. Ketiga, Tuhan memperlihatkan cinta-Nya dengan selalu menyapa manusia lewat orang-orang pilihan-Nya. Pada zaman dahulu Tuhan mengutus dan menghadirkan para Nabi dan Bapa Bangsa. Pada zaman ini Tuhan hadir melalui sesama dan terlebih pemimpin-pemimpin kita.

 

Keempat, cinta Tuhan dan sapaan Tuhan paling istimewah dalam diri Yesus Putera-Nya yang lahir sebagai manusia lemah agar bisa memasuki kehidupan kita. Yesus itulah TERANG SEJATI yang selalu menerangi kehidupan kita sehinga kegelapan tidak menguasai kita. Dia sudah ada sejak dunia dijadikan.

 

Kehadiran Yesus yang adalah Cahaya dan  Terang bagi dunia tidak semua orang menerima-Nya. Ada yang menolak Terang itu sehingga kehidupannya tetap berada dalam kegelapan. Bagi yang menerima-Nya akan memiliki terang dan kehidupan.

 

Pada penghujung tahun 2020 ini Yohanes seakan mengingatkan dan meyakinkan kita melalui Sabdanya agar kita tidak usah takut atau cemas bila menghadapi kegelapan hidup karena kita sudah mempunyai Terang Sejati yang selalu menyinari hidup kita. Terang sejati adalah perwujudan Cinta Allah bagi manusia. Sebagaimana Allah tetap mencinta manusia, Terang Sejati juga senantiasa menyinari hidup kita sehingga kegelapan tidak menguasai kita lagi. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya (Yohanes 1 : 10b). Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (Yoh. 1 : 14a-b)

 

Kita saat ini juga sedang berada dalam suasana Natal. Natal adalah “kado” yang istimewah dari Allah bagi manusia sekaligus menjadi bukti cinta Allah. Natal menghadirkan Terang Sejati bagi dalam kehidupan manusia. Agar hidup kita selalu diselimuti suasana terang, yakni kebahagiaan, suka cita dan kegembiraan, kita harus terus menerus menghidupi semangat-semangat ini, Yakni :

 

Pertama, peduli terhadap alam lingkungan kita. Kita dipanggil untuk memberdayakan seyara merawat alam lingkungan dengan baik dan bersahabat. Kelestarian lingkungan harus selalu kita jaga. Kedua, kita hendaknya tetap setia dan jujur dalam perjalanan hidup. Pengalaman masa lalu, saat ini dan akan akan datang adalah goresan rencana Tuhan bagi setiap kita.

 

Ketiga, sikap mendengarkan sesama dan terlebih mendengarkan suara hati hendaknya selalu kita kedepankan. Bisikan suara hati merupakan bisikan Tuhan bagi kita. Keempat, menerima dan mengimani Yesus dengan Iman Sejati bahwa Dia adalah Terang Sejati dari Allah yang selalu menerangi kehidupan kita.

 

Semangat-semangat ini akan menghantar kita kepada TERANG yang membebaskan kita dari KEGELAPAN hidup. Apabila kita selalu ada bersama Terang Sejati, kita akan menerima kasih karunia dari Allah. Karena dari kepenuhan-Nya kita telah menerima kasih karunia demi kasih karunia (Yoh. 1 : 16). Kasih karunia berasal dari Allah yang dibawa oleh TERANG SEJATI karena TERANG ITU BERSINAR DI DALAM KEGELAPAN. Salam Damai Natal 25 Desember 2020 dan bahagia Tahun Baru 1 Januari 2021. TUHAN MEMBERKATI. Amin.

 

Renungan Oleh: RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •