Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Jumat (01 Januari 2021)
Oktaf Natal Tahun B/I
Hari Raya Santa Maria Bunda Allah
Bilangan 6:22-27, Galatia 4: 4-7, Lukas 2:16-21

Gereja memberikan gelar kepada Bunda Maria sebagai Bunda Allah (theotokos). Gelar Santa Maria Bunda Allah adalah dogmaGereja Katolik yang diperingati setiap Tanggal 1 januari. Dogma dipahami sebagai sebuah kebenaran yang diwahyukan Tuhan dan dinyatakakan oleh Magisterium Gereja  sebagai sesuatu yang mengikat secara iman. Dasar penghormatan Gereja Katolik kepada Santa Maria sebagai Bunda Allah sangat Alkitabiah. Kata-kata Elisabet ketika dia menyambut kunjungan Maria, saudarinya, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku”? (Luk 1:43). Kata Tuhan dalam teks ini  dikaitkan dengan nama Yahwe, gelar untuk Allah yang biasa dipakai oleh orang Israel dalam Perjanjian Lama.

Maria mendapatkan gelar Bunda Allah karena Maria telah mengandung dan melahirkan Tuhan Yesus. Malaekat Gabriel berkata kepada Maria, “Sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk 1: 35). Maria melahirkan seorang anak manusia bernama Yesus. Namun manusia Yesus ini memiliki kodrat ilahi, karena kodrat ilahi yang mengalir dari Allah Bapa.  Yesus adalah anak Allah. oleh karena itu, Maria tidak hanya sebagai Bunda Kristus, melainkan pertama-tama adalah Bunda Allah. Gelar Maria Bunda Allah mengungkapkan kodrat Yesus, yakni satu pribadi yang memiliki dua kodrat – insani dan ilahi.

Pada awal tahun baru ini kita merayakan Pesta Maria Bunda Allah. Pesta ini mengingatkan kita akan sosok Bunda Maria, yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk ikut serta dalam rencana karya keselamatan Allah. Bunda Maria mewariskan teladan hidupnya yang saleh,  yakni iman dan ketaatan, bersyukur, kerendahan hati, kesetiaan,  kepeduliaan, ketabahan dan kekudusan. Bunda Maria menyadari bahwa semua rahmat yang diterimanya adalah berkat kasih karunia Allah. Nyanyian pujian Bunda  Maria menggambarkan sosok Maria yang selalu beryukur kepada Tuhan.

Bersama Bunda Maria, marilah kita mendaraskan nyanyian syukur setiap saat karena segala berkat dan kemurahan  Allah. “Kiranya Allah mengasihi kita dan memberkati kita, kiranya Ia  menyinari kita dengan wajah-Nya. Kiranya segala bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia”. (Mzr 67: 2, 4, 8) (*)

Renungan Oleh:
RD Yos Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •