Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan, 06 Januari 2021.

Tahun baru sudah kita alami, masih dalam suasana pandemi. Bahkan di awal tahun jumlah orang yang terpapar meningkat khususnya di wilayah Pangkalpinang. Ada rasa was-was, cemas dan mungkin juga takut. Kapankah pandemi ini berakhir? Kita seperti para murid yang berada di tengah lautan, diombang-ambingkan angin sakal.

Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”  (Mrk 6:49-50)

Yesus pun berjalan mendekati kita, tetapi kita mungkin juga masih saja takut.
Mengapa kita takut? Mungkin kita masih belum percaya pada Tuhan yang berjalan bersama kita. Mungkin kita masih sibuk dengan bayangan-bayangan kecemasan dan ketakutan kita sendiri; apapun yang kita lihat itu mengerikan. Mungkin juga kita takut karena melakukan kesalahan. Mungkin kita kurang sungguh memiliki kasih.

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.”  (1Yoh 4:18)

Yesus mengingatkan kita, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. (Mrk 6:51). Ia pun naik ke perahu dan berlayar bersama kita. Sekali lagi Ia berkata, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Dan pandemi pun redalah. (*)

Renungan oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •