Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian,  Rabu (13 Januari 2021).
Minggu Biasa I Tahun B/1
Bacaan: Ibrani 2: 14-18, Mazmur 105: 1-4, 6-9, Injil Markus  1:29-39 

Melalui Ibrani kita memahami identitas kemanusiawian Yesus yang berempati, yakni memberikan kasih bagi semua. Yesus telah merasakan kesusahan dan penderitaan manusia. Yesus telah mengalami pencobaan yang melampaui apa yang sanggup manusia tanggung.  Bahkan Ia rela mati menggantikan posisi manusia untuk meminum cawan murka Allah yang bernyala-nyala. Tidak semua orang dapat memahami pergumulan, kesusahan dan penderitaan hidup kita.  Namun, Yesus sungguh memahaminya dan Ia sangat mengerti kondisi kita. Yesus sanggup memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar  yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa (Ibr 2: 17).

Markus melukiskan Yesus adalah hamba setia di dalam kasih dan pelayanan-Nya. Ia memberikan cinta tanpa batas dan kasih tanpa menuntut balasan. Yesus mencurahkan seluruh tugas perutusan-Nya untuk mewartakan sukacita bagi semua orang dan di semua tempat. “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk 1:38). Yesus memberikan kasih kepada semua orang. Cinta kasih nyata dari Yesus itu, menjadikan-Nya semakin dicintai dan dirindukan oleh banyak orang. Yesus menyembuhkan semua orang yang sakit dan kerasukan setan. Mereka semua mengalami kegembiraan dan pembebasan berkat kuasa Allah dalam diri Yesus Kristus.  Di mana ada Yesus, di situ ada kegembiraan dan cinta

Tugas perutusan kita adalah melanjutkan misi Yesus, yakni memberikan kasih bagi semua. Masa pandemi Covid-19  adalah area bagi kita untuk mengasah sikap empati kita kepada saudara-saudari kita yang menderita dan sekaligus menguji kesetiaan kita kepada Allah. Covid-19 telah melumpuhkan bahkan mematikan semua aspek kehidupan bahkan telah menjungkirbalikan tradisi hidup manusia. Menjadi pertanyaan, “Apakah kehidupan moral, etika dan iman kita pun turut dilumpuhkan?” Meskipun berada dalam situasi sulit, kita tetap manaruh kasih kepada semua, baik lewat perkataan dan perbuatan. Idealnya adalah di mana ada orang kristiani, di situ ada kegembiraan dan cinta bagi semua.

Bersama Pemazmur mari kita bangkitkan rasa optimis untuk terus bermisi. Misi kita hari ini adalah menaburkan kasih bagi semua.  Dengan penuh iman kita mengucapkan syukur kepada Dia pemilik segalanya, “Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segalanya, perbuatan-Nya yang ajaib” (Mzr 105: 1-2). (*)

Renungan oleh :
RD Yos Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •