Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (16 Januari 2021)
Hari Biasa Dalam Masa Biasa I
Bacaan: Ibr. 4:12-16; dan Mrk. 2:13-17

Percayakah Anda bahwa; “Allah tidak memanggil orang yang memenuhi syarat, melainkan Ia memperlengkapi orang yang dipanggil-Nya,” tetapi demikianalah kenyataannya ketika Yesus memanggil murid-murid yang pertama, khususnya ketika Ia memanggil Lewi anak Alfeus atau lebih dikenal Matius (Mrk 2:14).

Siapakah Lewi anak Alfeus? Ia adalah seorang pemungut cukai (Mrk. 2:13-14). Pada masa itu, di kalangan orang Yahudi, pemungkut cukai dianggap (dipandang) setara dengan orang-orang yang kotor dan berdosa oleh masyarakat Yahudi. Pemungut cukai juga dianggap sebagai pengkhianat bangsa karena mereka keturunan Yahudi, tetapi bekerja dan menjadi antek pemerintah Romawi untuk mengumpulkan pajak dari orang- orang Yahudi. Oleh karena itu, tidak heran jika para pemungut cukai dibenci dan dikucilkan oleh masyarakat Yahudi.

Apakah Yesus tidak salah memanggil orang seperti Lewi? Yesus pasti tahu siapa Lewi (Mrk 2:14), namun hal itu tidak membuat Yesus berpikir ulang untuk memanggil Lewi. Ia tetap berkata, “Ikutlah Aku!” (Mrk. 2:14). Bahkan ketika orang-orang Farisi dan ahli Taurat mempertanyakan dan menyindir sikap Yesus yang mau makan bersama dengan Lewi dan para pemungut cukai lainnya (Mrk 2:16), Yesus menegaskan bahwa kedatangan-Nya justru untuk mencari orang berdosa (Mrk 2:17).

Tuhan pasti tidak salah pilih. Mengapa? “Sebab firman Allah  (Yesus) hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab (Ibr 4:12-13). Jadi Yesus mengenal Matius jauh sampai ke dalam lubuk hati Matius, bahkan lebih mengenal Matius daripada Matius sendiri. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau” (Yer 1:5).

Memang Lewi adalah pemungut cukai yang dipandang hina dan dijauhi oleh orang sebangsanya. Tuhan mau memilih dan sekaligus memulihkan kehidupan Lewi. Setelah percaya pada Yesus, Lewi dipakai Tuhan. Demikian juga dengan kita. Kita semua mungkin (bahkan pasti) punya masa lalu buruk yang membuat kita merasa tidak layak untuk mengikut Tuhan, tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan, seburuk apapun masa lalu kita, dan sehina apapun orang memandang kita, namun jika Tuhan memanggil kita menjadi pengikut-Nya, percayalah bahwa Ia menerima bahkan memulihkan kita.

Bagaimana, apakah kita masih menolak panggilan Yesus? (*)

Renungan Oleh:
Andi Kris.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •