Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Allah yang Mengampuni dan Melupakan Dosa-dosa Kita

Renungan Harian, Jumat (22 Januari 2021)
Hari Jumat Pekan Biasa II
Bacaan : Ibr. 8:6-13: Mzm. 85:8,10-11,13-14: Mrk. 3:13-19

Fokus refleksi/permenungan kita hari ini, adalah Bacaan Pertama dari Surat Kepada Umat Ibrani 8:6-13.  Penulis Surat kepada umat Ibrani dengan indah melukiskan sebuah perjanjian baru yang diadakan Allah dengan kita umat-Nya, dalam diri Tuhan Yesus Kristus, Pengantara Perjanjian yang mulia.  Allah berjanji:  “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.” (Ibr 8:8-12).

Kata-kata, “Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka” mengingatkan sekaligus menyadarkan kita bahwa Allah kita adalah Allah yang mengampuni semua dosa kita, selalu dan tanpa pengecualian dan Ia bersukacita ketika seseorang memohon ampun kepada-Nya. Dan Allah yang mendamaikan ini, memilih Yesus untuk mendirikan sebuah perjanjian baru dengan manusia dan batu penjuru perjanjian ini adalah pengampunan bagi dosa-dosa kita. Untuk itu pertama-tama kita harus menyadari bahwa Allah selalu mengampuni kita. Ia tidak pernah lelah akan hal ini. Kitalah yang lelah memohon pengampunan, kata Paus Fransiskus. Ketika kita telah menjalani sebuah kehidupan yang penuh dengan begitu banyak dosa, tetapi pada akhirnya, sedikit bertobat, dan kita memohon pengampunan, maka Allah akan segera mengampuni kita. Dia selalu mengampuni kita”.

Seringkali ada keraguan dapat datang di dalam hati kita atas seberapa jauh Allah siap mengampuni kita. Ingat bahwa hal penting yang harus kita lakukan adalah bertobat dan memohon pengampunan dan kita tidak perlu membayar karena Kristus telah membayar atas nama kita. Tidak ada dosa yang tidak akan Dia ampuni. Dia mengampuni segalanya. Kadang kita berkata: ‘Tetapi Romo, saya tidak pergi ke kamar pengakuan karena saya telah melakukan begitu banyak dosa yang benar-benar buruk, sehingga saya tidak bisa diampuni’. Tidak, ini tidak benar. Allah mengampuni segalanya. Jika kita mau pergi ke kamar pengakuan dan bertobat, Dia akan mengampuni segala dosa kita. Bahkan, ketika begitu banyak kali Dia bahkan tidak membiarkan kita  berbicara! Kita mulai meminta pengampunan dan Dia membiarkan kita merasakan sukacita pengampunan itu bahkan sebelum kita selesai mengakui segalanya”.

Allah bersukacita ketika seseorang memohon pengampunan-Nya dan pada saat yang sama Dia “lupa” atau menghapuskan dari ingatannya dosa-dosa kita. Alasan untuk ini, karena yang penting bagi Allah adalah karena kita kembali, bertemu dengan-Nya. Pengakuan dosa bukanlah sebuah penghakiman tetapi sebuah pertemuan kasih dengan Allah, namun pengakuan dosa sering kali tampak seperti sebuah tatacara, sebuah formalitas. Segalanya bersifat mekanis! Kita datang ke ruang pengakuan dengan berbagai laporan catatan dosa-dosa kita dan pikiran kita sibuk mengingat hafalan rumusan doa selanjutnya. Pikiran dan hati kita tidak dalam kesadaran bahwa kita sedang berjumpa dengan Allah. Semuanya  bersifat mekanis. Pengakuan dosa adalah sebuah pertemuan. Pertanyaaanya adalah di manakah pertemuan dalam hal ini? Pertemuan dengan Tuhan yang mengampuni Anda, memeluk Anda dan bersukacita. Dan ini adalah Allah kita yang begitu baik.

Untuk itu, kita juga perlu mengajar (orang lain) : mengajarkan anak-anak kita, remaja-remaja kita untuk membuat sebuah pengakuan yang baik, karena pergi ke pengakuan dosa tidak seperti pergi laundry untuk mendapatkan noda yang terhapus. Tidak! Ini tentang pergi untuk bertemu dengan Allah Bapa kita yang mendamaikan, yang mengampuni kita dan yang bersukacita”.  Semoga kita semakin mencintai dan menjadikan Sakramen Tobat sebagai Pertemuan Kasih dengan Allah dalam Yesus Kristus, yang senantiasa melimpahkan rahmat pengampunan kepada kita. TUHAN MEMBERKATI KITA. (*)

Renungan Oleh:
RD Yustin

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •