Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu (22 Januari 2021)
Bacaan : Mrk. 3: 20-21

Setelah Yesus memanggil para Rasul utk bersama-sama mewartakan Injil dan membaptis banyak orang, hari ini kepada kita ditampakan tentang Yesus yang tidak pernah lelah untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dan mengampuni orang berdosa. Bahkan Yesus sendiri tidak menyayangi dirinya sendri. Semua dikorbankan untuk menyelamatkan manusia.

Kehadiran Yesus mengubah pandangan orang tentang Allah yang sangat jauh dan tidak tersentuh kepada Allah yang sangat dekat serta memahami hidup kita. Dia menjadi bagian dari kehidupan kita, Dia mengerti tentang kita dan mengangkat kita yang hina Dina ini menjadi serupa dengan Allah bahkan menjadi putra dan putri-Nya. Dengan menyebut Allah sebagai Bapa sesungguhnya mendekatkan relasi kita dengan Allah sebagai pribadi yang menyayangi dan melindungi kita.

Allah yang sedemikian baik itulah yang kita kenal dalam diri Yesus Kristus. Dia membebaskan kita yang terbelenggu dosa, Dia hadir untuk memulihkan kembali hubungan kita yang terputus karena dosa.

Meneropong Yesus sebagai teladan kita memungkinkan kita untuk bisa melakukan sesuatu yang sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Dia telah melayani dengan sungguh, artinya bahwa kita pun harus dapat melakukan hal yang sama; melayani tanpa pamrih. Sebuah pelayanan menjadi sangat berarti jikalau dalam pelayanan itu yang lebih banyak berperan adalah hati. Jika kita melayani dengan hati maka tidak ada rasa iri hati, tidak ada keinginan namanya dikenal tetapi yang dimuliakan adalah Tuhan.

Jika kita melayani dengan hati, tak akan ada rasa kecewa kalau pelayanan kita kurang dihargai karena yang menghargai kita adalah Dia yang tersembunyi yakni Allah sendiri.
Jika kita melayani dengan hati, maka setiap pengorbanan kita tidak ada yang sia-sia. Semua pengorbanan kita pasti memiliki makna.

Yesus Tuhan kita telah memberikan diri sehabis-habisnya untuk kita, maka tidak ada jalan lain selain mengikuti teladan melalui pengorbanan-pengorbanan kita. Tuhan memberkati kita. (*)

Renungan Oleh:
RD Stanislaus Bani


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •