Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RENUNGAN  HARI RABU, 27 JANUARI 2021
BACAAN : 1. Ibrani 10: 11-18
                  2. Markus 4: 1-20

Menurut Bapa Suci Paus Fransiskus dalam “Ajaran Sosial Gereja di masa pandemi”, sumber dari segala penderitaan dan bencana yang terjadi dimuka bumi ini– termasuk berbagai bencana yang terjadi di Indonesia di awal tahun 2021 ini – adalah model kemajuan yang diusahakan oleh manusia yang dilepaskan dari nilai-nilai terdalam (kehidupan). (Dokpen KWI, terjemahan oleh R.P.T.Krispurwana Cahyadi,SJ) Bagaimana kaum beriman Kristiani memahami dan menyikapinya ?

Perumpamaan tentang Penabur dalam bacaan hari ini bisa membantu memberikan pencerahan. Sejak semula Allah menciptakan manusia sebagai citra-Nya. Sebagai Penabur, Allah menghembuskan Roh Illahi-Nya di dalam hati manusia dan menuliskan hukum-hukum-Nya dalam akal budi setiap orang. Inilah yang sering disebut suara hati; suara Roh Tuhan; yang diperjelas dan dipertegas dengan Injil. Tanah subur adalah mereka yang setia mendengarkan suara hatinya; kemudian mendalaminya dalam terang firman Allah. Berkat daya Sabda Ilahi, mereka tergerak untuk terus melakukan pembaharuan hidup rohani, pembaharuan pola pikir dan pola perilaku, serta  pembaharuan hidup sosialnya, untuk memulihkan keutuhan martabat pribadinya sebagai citra Allah yang telah rusak akibat dosa. Bersama pemazmur mereka akan berkata : “Aku bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu, firman-Mu tidak akan kulupakan” ( Mazmur 119:16).

Kesediaan mendengarkan dan mengikuti suara Allah dalam hati serta ditopang dengan kesediaan merefleksikannya dalam terang Sabda Tuhan, akan memampukan kaum beriman mengalahkan berbagai virus insani dalam dirinya seperti : kemalasan, ketamakan, ketidakpedulian, kesenangan sesaat, kesombongan dan bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, berjuang untuk mengalahkan berbagai virus kehidupan sosial ekonomi dan kemasyarakatan, seperti : kebencian, ketidakadilan, kebodohan, ketimpangan, dan sebagainya;  yang menjadi akar dan pangkal semua malapetaka kehidupan. Dengan kata lain, kaum beriman kristiani menabur bersama dan dalam Yesus yang menyelamatkan.

Pepatah mengatakan: “setiap pohon dikenal dari buahnya” ;  ini juga berlaku bagi kehidupan beriman Kristiani. Kebenaran dan kedalaman iman kepada Yesus, dikenal dari kesanggupam setiap murid Yesus mengalahkan berbagai virus kehidupan dalam dirinya sendiri, dalam kehidupan bersama sebagai warga Gereja (komunitas) dan masyarakat. Buah-buah  iman adalah berkembangnya keutamaan-keutamaan (nilai-nilai)  hidup : ketekunan, kepedulian, perhatian, pengorbanan, pengendalian diri, keadilan, persaudaraan, damai dan sejahtera yang dihayati dan dilaksanakan oleh semakin banyak penduduk bumi ini.

“Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu.’ Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka” ( Ibrani 10:16-17) (*)

Renungan oleh:
Ignatius Sumardi

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •