Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Kamis (28 Januari 2021)
Hari Biasa dalam Masa Biasa III.
Peringatan Wajib St. Thomas Aquino, Imam, Pujangga Gereja
Bacaan: Ibr. 10:19-25; dan Mrk. 4:21-25

Camkanlah/perhatikanlah apa yang kamu dengar” (Mrk 4:24). Bagaimana cara kita “mendengar” merupakan faktor penting untuk dapat “berjalan bersamaAllah”. Kenyataan saat ini, walau ada pembatasan kegiatan dalam masyarakat akibat virus corona, namun kita hidup dalam dunia yang hingar-bingar, yang dipenuhi dengan aneka informasi dalam rupa kata-kata, kalimat-kalimat, pandangan-pandangan, pendapat-pendapat, dll. Memang kita Work From Home (WFH) di satu sisi sebenarnya memberi waktu cukup ; luang untuk mendengarkan, berelasi dengan Allah. Di sisi lain, walau WFH, namun radio, televisi, jaringan internet terus terbuka sepanjang hari/malam menemani kita dengan setia yang dapat mengganggu konsentrasi dalam “proses mendengarkan Allah”. Kita hanya akan mampu mendengarkan suara Allah jika kita “berani meninggalkan” dunia dan segala pengaruhnya untuk beberapa saat lamanya.

Sementara itu harus diakui pula bahwa banyak di antara kita yang “…lebih menyukai kegelapan daripada terang,”  (Yoh 3:19). Harusnya kita sadar bahwa kita yang telah menerima terang Kristus  (Baptis dan aneka sakramen, Sabda Allah) telah ditetapkan menjadi terang Kristus di dunia (Bdk. Mat 5:14). Dengan dan melalui aneka sakramen dan Sabda yang kita terima, hati kita sebenarnya telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. (Ibr 10:22). Jadi seharunya “…jangan lagi kita tinggal di dalam kegelapan.”  (Yoh 12:46) dan fungsikan pelita/terangkita sebagaimana mestinya (Mrk 4:21).

Harus diakui pula, banyak orang Katolik yang tidak bisa memfungsikan pelita/terangnya, tidak bisa menjadi berkat atau penyalur rahmat Alah, atau menjadi agen keselamatan bagi orang lain, karena perkataan tidak sesuai perbuatan.  Karena itu perlu sekali kita mengoreksi diri, sebab  “…iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.”  (Yak 2:22).

Di tengah pandemi covid-19 dalam dunia yang hingar bingar, “Mari kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya” (Ibr 10:23-25). Dan semoga … terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:16)
Tuhan memberkati. (*)

Renungan Oleh:
Andi Kris


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •