Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pada Pertemuan Keluarga Sedunia di Milan, Juni 2012, dalam interaksi dengan peserta yang datang dari seluruh dunia, Paus Benediktus XVI menanggapi pertanyaan seorang peserta dari Vietnam, seorang gadis kecil berumur 7 tahun bernama Cat Tien. Setelah memperkenalkan dirinya, bapa dan mamanya serta adiknya, Cat Tien memohon Paus Benediktus XVI mengisahkan kehidupan keluarganya ketika beliau masih kecil seperti dirinya. Paus menanggapi dengan kesederhanaan yang luar biasa dan Paus menceritakan kehidupan masa kecilnya.

Beliau mengisahkan bahwa poin penting dalam keluarganya ketika ia masih kecil adalah Perayaan Ekaristi pada hari Minggu, sebagai sumber dan puncak hidup keluarga. Hal ini terstruktur dalam kehidupan keluarganya, yang berkaitan dengan perjamuan makan keluarga. “Pada hari Minggu itu kami berpakaian bagus. Ini kan hari pesta, pesta perkawinan Putra Allah!” demikian kata Paus Benediktus XVI.

Dan kemudian, apa resonansi (gema) yang harus dimiliki saat Firman Tuhan diwartakan pada Perayaan Ekaristi hari Minggu dalam kehidupan keluarga? Benediktus XVI mengatakan bahwa di dalam keluarganya, sang ayah menjelaskan Firman Tuhan kepada anak-anaknya, sehari sebelumnya. Demikian pula setelah kembali dari Perayaan Ekaristi, istilahnya “sebelum ke meja makan, terlebih dahulu ke meja Sabda”, orang tua menjelaskan kembali ke anak-anak: apa yang anda tangkap dalam Sabda tadi? Bagaimana Ia menjadi daging dalam hidupmu sepanjang minggu ini? Orang tua juga dapat membagi gema Sabda Tuhan dalam hidup mereka, dalam suatu suasana liturgi domestik (liturgi rumah tangga). Kitab Ulangan mengajarkan kepada kita suatu liturgi domestik sehubungan dengan apa yang dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu di gereja:

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.(Ul. 6:4-9)

Suatu Sabda yang indah menjadi pegangan bagi kita untuk mewartakannya kepada anak-anak dan anggota keluarga di rumah dalam liturgi domestik. Kita membagikan roti Sabda Allah kepada mereka dan mengajak mereka untuk menjadikan Sabda Allah bergema dalam kesaksian dan hidup sehari-hari, terkhusus di Tahun Keluarga ini.

Selamat menjalani Tahun Keluarga 2021! (*)

Oleh:
RD.Philipus Seran

http://www.vatican.va/content/benedict-xvi/fr/speeches/2012/june/documents/hf_ben-xvi_spe_20120602_festa-testimonianze.html


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •