Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

No. : 019/A.1b/II/2021
Hal : Surat Gembala Prapaskah & Peraturan Pantang-Puasa 2021

Kepada:
Ytk. Para Imam, Biarawan-Biarawati dan Umat Beriman Keuskupan Pangkalpinang
Di Tempat

Semoga Tuhan memberimu damai. Semoga pulau-pulau bersukacita. Bersama dengan seluruh Gereja, pada hari Rabu 17 Februari 2021 mendatang, kita akan memasuki masa Prapaskah. Masa Prapaskah adalah masa penuh rahmat, masa dan kesempatan bagi kita untuk lebih membuka hati kepada Tuhan. Kita diajak untuk melakukan pertobatan, mengubah arah hidup kita agar makin terarah bukan pada diri sendiri melainkan kepada Allah dan sesama, khususnya mereka yang sakit dan menderita.

Tahun ini kita akan menjalani masa prapaskah dalam situasi yang amat khusus. Pandemi karena virus corona covid-19 yang sudah mendera kita selama hampir satu tahun belum juga reda. Di banyak tempat, jumlah mereka yang terpapar virus corona terus bertambah. Banyak di antara kita mengalami rasa sedih dan prihatin karena kenalan, anggota keluarga yang sakit bahkan kemudian meninggal karena virus ini. Dampak sosial-ekonomis dari pandemi ini juga amat terasa. Banyak yang kehilangan pekerjaan, mengalami kesulitan ekonomis dan lain-lain.

Situasi khusus ini memberi arah tertentu bagi upaya pertobatan kita di masa prapaskah. Tema masa prapaskah kiranya dapat dirumuskan demikian: “Disiplin dan solider di masa pandemi.” Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Pertama: Sebagai anggota Gereja dan sekaligus warga negara, kita selayaknya bersama-sama bekerja keras untuk turut mengupayakan agar penularan dan penyebaran virus ini dapat dibatasi dan dicegah. Kita perlu mendukung upaya pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan (5M): Menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas. Disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah salah satu bentuk pertobatan yang nyata dan kontekstual di masa pandemi ini.

Kedua: Kita bersyukur, bahwa di masa krisis seperti ini kita menyaksikan dan mengalami, bahwa semangat hidup dan kreativitas tidak padam. Sangat mengesankan, melihat dan mengalami betapa banyak orang melakukan tindakan-tindakan konkret untuk saling membantu, mengumpulkan dana, menoiong rnereka yang sakit dan menderita. Dalam ensiklik ‘Fratelli tutti’, Paus Fransiskus mengajak kita untuk tidak kehilangan harapan. Banyak orang menunjukkan keberanian dan kerelaan dalam mengulurkan tangan bagi sesama yang menderita, kendati karena itu hidup mereka sendiri terancam: para dokter, perawat, pekerja di supermarket, para petugas kebersihan, para pekerja di bidang transportasi, para relawan dll (Fratelli tutti 54). Dalam beberapa kesempatan beliau juga memuji para imam yang menunjukkan kreativitas, menemukan cara-cara baru untuk tetap dapat memberi pelayanan kepada umat. Sejumlah imam di Italia misalnya berinisiatif mengunjungi secara rutin orang-orang tua dan menawarkan bantuan untuk membelanjakan hal-hal yang diperlukan. Saya secara pribadi juga bersyukur dan berteriimakasih kepada umat sekalian di Keuskupan Pangkalpinang, karena selarna masa yang sulit ini telah menunjukkan sikap solider satu sama lain, saling menolong secara konkret. Paroki-paroki, kbg-kbg, berbagai kelompok kategorial, keluarga-keluarga, para relawan dengan berbagai cara telah berusaha untuk memberi perhatian khusus bagi mereka yang menderita. Melalui surat gembala ini saya ingin mengajak kita semua untuk terus bertekun dalam semangat
solidaritas dan gotong royong, saling membantu satu sarna lain. Ini juga dapat merupakan bentuk konkret dari upaya melakukan pertobatan di masa prapaskah ini.

Ketiga: Seperti diketahui bersarna, pada tahun ini kita ingin memberi perhatian khusus pada keluarga. Dalarn situasi khusus ini, di mana protokol kesehatan wajib ditepati, kita melihat bahwa yang masih dapat bertemu secara rutin adalah keluarga-keluarga. Saya ingin mengajak kita semua untuk berupaya memberdayakan keluarga-keluarga dengan tujuan berikut:
– Supaya keluarga-keluarga umat Allah keuskupan Pangkalpinang semakin berpusat pada Kristus.
– Supaya keluarga-keluarga umat Allah keuskupan Pangkalpinang makin meningkatkan mutu komunio [persekutuan] dalam keluarga masing-masing dan juga dalam relasi dengan keluarga-keluarga [tetangga] terdekat.
– Supaya keluarga-keluarga umat Allah keuskupan Pangkalpinang melaksanakan misi mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah melalui aksi nyata, misalnya dengan saling peduli dan saling membantu satu sama lain, baik kepada sesama keluarga seiman maupun kepada yang berkeyakinan dan beragama lain.

Itu berarti secara konkret, bahwa keluarga-keluarga masing-masing didorong untuk mengadakan pertemuan membaca Kitab Suei dalam keluarga merenungkannya, memetik ayat yang mengesan, merencanakan dan mewujudkan aksi nyata. Bapak atau Ibu keluarga atau salah satu anggota keluarga yang lain tidak perlu ragu untuk memimpin pertemuan-pertemuan tersebut. Yang mengalami kesulitan melaksanakan dalarn keluarga sendiri [misalnya karena jumlah anggota keluarga seiman yang sedikit], dapat melaksanakannya dengan tetangga terdekat, sejauh memungkinkan dan tidak dalam jumlah yang besar. Tentu saja itu semua dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Meningkatkan mutu hidup keluarga kita masing-masing kiranya juga dapat menjadi bentuk pertobatan yang khusus dalam masa prapaskah tahun ini.

Perhatian pada keluarga ini sejalan dengan seruan dan ajakan dari Paus Fransiskus. Beliau telah menetapkan, bahwa tahun 2021 ini sebagai tahun St. Yosef. Kita diajak untuk belajar dari St.Yosef, menemukan keutamaan-keutamaannya dan menerapkannya bagi keluarga kita masing-masing. Di sarnping itu Paus Fransiskus juga mengingatkan, bahwa tahun ini adalah ulang tahun ke-5 dan seruan apostolik tentang keluarga (Amoris Laetitia). Kita diharapkan mempelajari ajaran beliau dalarn seruan apostolik tersebut dan mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari. Dan yang terakhir, tetapi tidak kurang penting: Paus Fransiskus juga telah menetapkan, bahwa pada hari minggu keempat dalam bulan Juli akan dirayakan sebagai hari untuk ‘kakek dan nenek, serta lansia’. Meningkatkan mutu hidup keluarga berarti pula bahwa kita tidak melupakan kakek nenek dan mereka yang sudah berusia lanjut.

Umat Keuskupan Pangkalpinang yang terkasih, saya ingin mengakhiri surat gembala ini dengan mengutip peneguhan dari Rasul Agung Paulus kepada jemaat di Korintus. Kiranya peneguhan itu berlaku juga bagi kita semua di masa yang sulit ini. “Saudara-saudaraku yang kekasih, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia.” (l Kor 15:58).Selamat memasuki masa prapaskah, Selamat menjalankan pertobatan. Tuhan memberkati kita semua. (*)

Pangkalpinang, 14 Februari 2021

Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
Uskup Keuskupan Pangkalpinang


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •