Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Kamis (18 Februari 2021/ Sesudah Rabu Abu)
Tahun B/I
(Ulangan 30: 15-20, Lukas 9: 22-25)

Perikope Kitab Ulangan berisikan tentang amanat perpisahan Musa dan Bangsa Israel. Musa mengulas dan memperbaharui kembali hukum perjanjian Allah dengan Bangsa Israel. Waktu itu Bangsa Israel sudah mencapai garis finis pengembaraannya di padang gurun dan siap memasuki Kanaan. Musa menasehati mereka kembali bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah. Musa mengingatkan kembali bahwa Allah telah memimpin dan menyertai mereka melalui Laut Merah, padang gurun dan peristiwa-peristiwa besar lainnya. Musa memberikan semangat kepada mereka, terutama kepada Yosua yang akan memimpin bangsa itu memasuki Kanaan,  untuk terus berjuang sampai Janji Allah tergenapi yakni mendiami Tanah Terjanji.

Musa menghadapkan Bangsa Israel itu kepada dua pilihan hidup. “…kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu” (Ul 30: 19). Apabila bangsa itu mengasihi Allah dengan segenap hati maka akan memperoleh kehidupan, berkat dan keberuntungan. Sebaliknya, jika bangsa itu tidak taat atau memberontak kepada Allah, akan memperoleh kematian, kutukan, dan kegagalan. Pesan ini berlaku bagi semua orang yang telah mengikrarkan hatinya untuk percaya kepada Allah.

Bacaan Injil menampilkan bahwa Yesus memaklumkan diri-Nya sebagai Anak Manusia yang akan menderita dan kemudian mengalami kemuliaan kebangkitan. “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit pada hari ketiga” (Luk 9: 22). Yesus menyadari bahwa Dia akan mengalami penderitaan sebagai konsekuensi atas pilihan hidup-Nya. Pilihan hidup Yesus adalah mewartakan Kerajaan Allah dan melaksanakan-Nya. Kepada para pengikut-Nya, Yesus mengajarkan tentang makna sebuah pilihan, sebab pilihan itu akan menentukan arah hidup seseorang. Oleh karena itu, Yesus sangat tegas kepada setiap orang yang hendak  memilih dan mengikuti-Nya. Yesus memberikan syarat-syarat menjadi murid adalah menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia. “Setiap orang  yang mau mengikuti  Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku” (Luk 9: 23)

Yesus dan Musa mengajarkan kepada kita untuk tegas dan jelas dalam menentukan pilihan hidup. Semua pilihan hidup mempunyai resiko. Pilihan itu akan mendatangkan keselamatan, rahmat dan kehidupan dan bisa juga mendatangkan malapetaka, kegagalan dan kematian.Masa puasa sebagai saat istimewa bagi kita untuk memohon kekuatan dari Tuhan dan mengasah suara hati agar kita tidak salah memilih untuk menentukan arah kehidupan kita selanjutnya. Pemazmur menasihatkan kita untuk memilih yang benar dan medatangkan keselamatan hidup. Berbahagialah orang yang berjalan  menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi kesukaanya ialah Hukum Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam(Mzr 1:1-2). (*)

Renungan oleh:
RD Yos Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •