Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Perayaan Rabu Abu di Wilayah 1 Baturusa
 
BATURUSA, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – “Hari ini hingga hari Paskah, hendaknya menjadi retret panjang kita. Hendaknya kita selalu ingat akan Tuhan Yesus, yang telah merendahkan dirinya, taat sampai mati, bahkan sampai wafat di kayu salib. Selama masa pertobatan ini, kita hendaknya memperbaharui iman kita, menimba dari Dia yang adalah air hidup, harapan dan membuka hati menerima kasih Allah, yang menjadikan kita saudara dan saudari satu dengan yang lain, demikian Pastor Paroki Katedral St. Yosef, Pangkalpinang, RD L. Yustinianus Ta’laleng membuka kotbahnya pada perayaan Rabu Abu di Gereja Santo Yohanes Pembaptis Baturusa, Rabu (17 Februari 2021) pukul 17.00 wib. Perayaan diikuti seluruh umat Baturusa yang memenuhi syarat kesehatan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Parokus RD Yustin menabur abu di kepala umat saat perayaan Rabu Abu di Gereja St. Yohanes Pembaptis Baturusa. (SUMBER : GEREJA BATURUSA)

Dalam khotbahnya, Romo Yustin juga menyampaikan bahwa abu yang ditaburkan di kepala harus mengingatkan bahwa kita berasal dari debu tanah, akan kembali menjadi tanah.
“Namun kita adalah debu yang dicintai Tuhan, sehingga ini menjadi sukacita kita. Jika kita membiarkan diri kita dibentuk oleh Tuhan, maka jadilah sesuatu yang indah dan menakjubkan,” pesannya.
 
Lebih jauh, Romo Yustin mengajak seluruh umat Baturusa, menjadikan masa Prapaskah sebagai masa yang berahmat.
“Jadikan masa ini dengan melakukan puasa, doa, dan sedekah, sebagai ungkapan pertobatan. Juga mengingat kembali pesan Bapa Uskup dalam Surat Gembala Pra Paskah 2021, dan melakukan pesan di dalamnya,” ujar Romo Yustin.
Kedua, berdoa secara pribadi di hadapan Yesus agar kita semakin menerima cinta dari Tuhan dan memutuskan untuk tidak jatuh lagi dalam dosa, merayakan Ekaristi dan kemudian menerima Sakramen Tobat supaya api cinta Tuhan membakar abu dosa,  sehingga hati kita dimurnikan.

Ketiga, membiarkan diri dicintai Tuhan sehingga kita bisa memberikan cinta Tuhan kepada sesama dan kepada Tuhan. “Kasih yang kita bagikan, itulah yang akan menyelamatkan kita. Tidak sulit membagikan kasih kita pada sesama, karena bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana. Seperti kata Paus Fransiskus, membagikan kasih bisa dengan saling memberi perhatian, saling mengingatkan, menghibur satu dengan yang lain, mendoakan yang sakit dan menderita,” imbuh Romo Yustin.

PKTL menabur abu pada kepala umat di Dusun Tebing Tinggi. Kabupaten Bangka. (SUMBER : GEREJA BATURUSA)

Selain di gereja, penerimaan abu juga dilakukan di rumah umat, dibawakan oleh PKTL (Pelayan Komuni Tidak Lazim). Belasan umat mendapat kesempataan pelayanan di rumah, dengan alasan tidak memungkinkan untuk pergi ke gereja karena alasan kesehatan. (katedralpgk)

Penulis : Ignatius Sarwoko
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •