Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Selasa (23 Februari 2021)

Saudara-saudari terkasih, “dalam doamu janganlah kamu bertele-tele ….”

Begitu membaca bacaan injil hari ini, saya teringat akan pengalaman saya dengan doa. Saya bahkan pernah tidak bisa berdoa lagi.

Kejadiannya saat saya melamar dan lamaran saya tidak diterima. Saya tidak lulus. Langsung blank saya, merasa kosong. Saya tidak lagi bisa berdoa karena saya tidak mau. Saya merasa Tuhan tidak adil bahkan Tuhan tidak ada, jadi untuk apa saya berdoa?

Saat galau itu saya mau pergi yang jauh saja. Saya pergi ke Surabaya naik kereta dari Jakarta. Saya diantar oleh seorang teman saya ke stasiun Gambir dan ketika saya masuk kereta, dia memberikan saya sebuah rosario. “Ah untuk apa, saya kan tidak bisa berdoa? Gapapa bawa saja ..buat pegangan…” Akhirnya saya bawa.

Di perjalanan itu saya memegang Rosario sambil terus berkecamuk pikiran, perasaan… sampai akhirnya suasana hening di kereta .. saat itu lah saya pikir untuk mencoba saja doa dengan rosario yang saya genggam.

Doa Aku Percaya mengalir…sampai doa Bapa kami… Baru kali itulah saya berdoa sambil larut dalam perasaan…. kadang tanpa bisa saya kendalikan mengalirlah air mata saat mengucapkan “ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami…..”

Begitu seterusnya, setiap kali berdoa Bapa kami, meneteslah air mata ini…

“Ah Tuhan, baru kali ini saya berdoa dengan melibatkan perasaan..” begitu kataku dalam hati. Kadang saya mendoakan doa Bapa kami nya sambil menjerit dalam hati..keluar semua emosi-emosi yang terpendam…dan menjadi lega….

Saya bersyukur Tuhan mengajarkan doa Bapa Kami yang sangat indah ini. Kata-kata yang keluar dari mulut Tuhan tidak akan pernah kembali dengan sia-sia (bdk. Yes 55:11). Saya bersyukur hafal doa rosario sehingga ketika tak dapat berdoa, saya hanya mengulang-ulang doa yang sepertinya sia-sia tetapi justru pernah menyelamatkan iman saya.

Semoga Anda semua mengalami indahnya doa Bapa Kami. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •