Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hari Minggu Prapaskah II/B
Kej 22:1-2.9a.10-13.15-18:Mzm 116 (115): 10.15.16-17.18-19: Rm 8: 31b-34:Mrk 9:2-10

Penginjil Lukas mengisahkan bahwa Yesus membawa tiga murid yakni Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk naik ke atas sebuah gunung yang tinggi. Ketiga murid ini merasakan kebersamaan yang begitu intim dengan Yesus. Mereka mulai merasakan kebangkitan Yesus Kristus, meskipun belum memahaminya dengan sempurna. Untuk memperteguh iman para murid-Nya, tampil juga dua tokoh lain yang ikut bersaksi yakni Elia dan Musa. Nabi Elia mewakili para nabi yang sudah bernubuat tentang Mesias. Musa mewakili Torah yang pada intinya juga berbicara tentang Mesias. Dia yang akan mengurbankan diri-Nya untuk keselamatan manusia. Yesus menunjukkan kepada para Rasul bagaimana Dia  yang bangkit mulia, bercahaya dan jaya, menang atas maut.

Dan Dia melakukan ini untuk mempersiapkan mereka menghadapi Sengsara, skandal Salib, karena mereka tidak dapat memahami bahwa Yesus harus wafat sebagai penjahat; mereka tidak bisa memahaminya. Mereka mengira bahwa Yesus adalah seorang pembebas, tetapi sebagai pembebas duniawi, mereka yang menang dalam pertempuran, mereka yang selalu menang. Tetapi jalan Yesus berbeda: Yesus menang melalui  penghinaan di Salib. Tetapi hal ini akan menjadi skandal bagi mereka, Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang terjadi setelah itu, apa yang terjadi setelah Salib, apa yang menanti kita semua: Kemuliaan Surga. Dan ini sangat indah, karena Yesus – selalu mempersiapkan kita untuk menghadapi pencobaan; dengan satu atau lain cara, tetapi inilah pesannya: Dia selalu mempersiapkan kita. Dia memberi kita kekuatan untuk maju di saat-saat pencobaan dan mengatasinya dengan kekuatan-Nya. Yesus tidak pernah meninggalkan kita dalam pencobaan hidup: Dia selalu, mempersiapkan dan membantu kita, sebagaimana Dia mempersiapkan murid-muridnya, dengan visi kemuliaan-Nya. Dengan cara ini mereka akan mengingat momen ini untuk menanggung beban penghinaan. Ini adalah hal pertama yang Gereja ajarkan kepada kita: Yesus selalu mempersiapkan kita untuk untuk menghadapi pencobaan dan dalam pencobaan Dia bersama kita; dia tidak pernah meninggalkan kita….

Dan dalam kehidupan kita, baik susah atau senang, sedih atau gembira, dalam kehidupan kita apapun, Injil mendorong kita untuk mendengarkan selalu suara Tuhan:“Inilah Putraku yang terkasih; dengarkan Dia ” Ini adalah pesan yang Allah Bapa berikan kepada para Rasul. Pesan Yesus mempersiapkan para murid dengan menunjukkan kepada mereka dari Bapa adalah: “Dengarkan Dia”. Dalam situasi apapun dalam kehidupan kita, hanya bisa kita hanyati dan jalani bila kita mendengarkan Yesus. Di saat-saat indah, mari kita berhenti dan mendengarkan Yesus; di saat-saat sulit, marilah kita berhenti dan mendengarkan Yesus. Dan DIA akan memberi tahu kepada kita apa yang harus kita lakukan.

Bacaan-bacaan suci hari ini menguatkan dan mengingatkan kita khususnya di masa Prapaskah akan dua hal ini: Pertama, dalam pencobaan, kita tidak perlu kuatir dan takut, Tuhan Yesus yang bangkit dalam kemuliaan selalu  hadir memberi kekuatan bagi kita.  Dan kedua, Dan sepanjang hidup kita, kita didorong untuk mendengarkan Yesus, apa yang Yesus katakan kepada kita: dalam Injil, dalam liturgi, Dia selalu berbicara kepada kita; atau di dalam hati kita.

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita memiliki banyak masalah, atau banyak hal yang harus diselesaikan. Marilah kita bertanya pada diri sendiri pertanyaan ini: apa yang Yesus katakan kepada saya hari ini? Dan mari kita coba mendengarkan suara Yesus, inspirasi dari dalam batin kita. Dan dengan cara ini kita mengikuti nasihat Bapa: “Ini adalah Putraku yang terkasih; dengarkan Dia”. Bunda Maria akan memberikan nasihat kedua, di Kana di Galilea, ketika ada keajaiban [transformasi] air menjadi anggur. Apa yang Bunda Maria katakan? “Lakukan apapun yang Dia perintahkan”. Dengarkan Yesus dan lakukan apa yang Dia katakan: ini adalah jalan yang pasti. Berjalanlah ke depan dengan kenangan akan kemuliaan Yesus, dengan nasihat ini: Dengarkan Yesus dan lakukan apa yang Dia perintahkan agar kita lakukan. (*)

Renungan oleh:
RD Yustin

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •