Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Injil hari ini mengisahkan perumpamaan yang sangat terkenal: ada anak sulung dan anak bungsu dan Bapanya.

Dua Anak, Mungkin Ada Kemiripan dengan Kita

(SUMBER : ariannaeditrice.it)

Kita berjumpa dengan dua anak, yang mungkin mirip dengan kita; yang tertutup dalam egoisme. Kedua anak itu sepertinya sedang mencari kepentingan atau keuntungan dirinya sendiri. Selain anak bungsu, Injil menampilkan juga perilaku si sulung. Si sulung ini tampaknya menjalani kehidupan yang benar dan teratur, tetapi ia memiliki hati yang keras dan penuh dendam. Sekembalinya ari ladang dia secara terbuka mempermalukan ayahnya, mencoba menghancurkan saudaranya dan mengucilkan dirinya dari pesta.Sang ayah “pergi keluar untuk memohon padanya” dan mengungkapkan kepadanya keinginan hati yang dalam dari seorang ayah untuk melihat anak-anaknya duduk bersama-sama di meja perjamuan persaudaraan; berbagi sukacita, mengatasi kesalahpahaman dan kebencian.

Sang Ayah
Selain kedua anak itu, ada Sang Ayah, Bapa mereka. Injil menampilkan wajah seorang Bapa dengan sifat atau keutamaan yang jelas:

SUMBER : umanesimocristiano.org

  • Ia adalah Bapa yang memberi kebebasan kepada kedua anaknya untuk menentukan pilihan hidup mereka. Kepada anak bungsu dibiarkan pergi kendati pun ia tahu bahwa anak bungsu ini akan mengalamani “masalah” dalam hidupnya yang membawanya kepada kematian.
  • Ia adalah Bapa “berharap” untuk mendapatkan kembali anak yang hilang.
  • Bapa yang merangkul; dan menerima permohonan maaf anaknya dengan cara memestakan dia.
  • Ia adalah Bapa yang berusaha meyakinkan anak yang sulung untuk masuk ke rumah dan ambil bagian dalam pesta untuk saudaranya;
  • Ia adalah Bapa yang tidak membiarkan semua anakNya hilang;
  • Ia adalah Bapa yang menyambut yang hilang, memberi kembali kehidupan dan martabat yang hilang.
  • Ia adalah Bapa yang keluar mencari anak yang sulung yang selalu berada bersamaNya, untuk menanggapi kemarahan dan kebencian di dalam hatinya;
  • Ia adalah Bapa yang penuh Kasih. Karena Ia dalah kasih itu sendiri, maka Ia memberi kebebasan kepada anak-anakNya untuk menanggapi kasihNya.
  • Dia adalah Bapa yang mengadakan pesta bagi yang telah hilang namun kembali.

Dalam masa prapaskah ini kita dipanggil untuk menemukan kembali Wajah Bapa seperti itu, supaya dengan bantuan Roh Nya kita bertumbuh karena menjiwai hidup kita dengan sifat-sifat yang ditunjukkan oleh Bapa dalam Injil hari ini. Dengan cara itu kita benar-benar sebagai anak yang dijiwai oleh Tritunggal Mahakudus sebagaimana terungkap dalam Visi Umat Allah Keuskupan kita. Semoga.(*)

Renungan oleh:
RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •