Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Minggu, (07 Maret 2021)

Saudara saudari terkasih, minggu ini di beberapa kapel wilayah Katedral dilaksanakan pelantikan para katekumen menjadi calon baptis. Proficiat kepada para calon baptis. Selamat mempersiapkan baptisan pada masa Paskah kelak.

Saya ingin secara khusus berpesan kepada para calon baptis. Mari mempersiapkan diri secara aktif agar sakramen baptis yang diterima berdaya guna. Baptisan yang akan diterima adalah anugerah tapi juga sekaligus mengandung tugas. Dengan baptisan kita dihapuskan dari dosa-dosa dan diangkat menjadi anak Allah. Dengan dibaptis kita selamat, tetapi keselamatan yang kita terima itu membutuhkan kerjasama dari pihak kita. Kita harus secara aktif memelihara rahmat keselamatan tersebut, tidak bisa hanya diam, pasif atau menunggu.

Peliharalah bara api, semangat yang menyala itu agar tidak padam. Bara api itu akan tetap terpelihara jika berada dalam kumpulan. Terpisah dari kumpulan maka bara api akan padam. Sama seperti kita juga akan padam semangatnya jika terlepas dari komunitas.

Seperti orang membakar sampah, ia tidak akan berhasil membakar seluruhnya jika tidak aktif membolak-balik semua bahan-bahan. Kalau hanya menunggu pasif dan membiarkan api membakar seluruhnya, ada kemungkinan tidak terbakar seluruhnya. Ada bagian-bagian yang tidak terbakar. Atau sebaliknya, karena dibiarkan, apinya terlalu besar dan melalap semua bahkan kebun tetangga.

Karena itu dalam bacaan pertama kita mendengar bahwa Allah memberikan kepada umat-Nya melalui Musa, 10 perintah Allah. Kesepuluh perintah Allah itu semacam program hidup agar selamat. Kita harus aktif menghindari larangan-Nya tetapi juga aktif melakukan yang baik.

Tuhan Yesus sendiri datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Ia menunjukan ketaatan-Nya pada Bapa, dan cinta-Nya kepada manusia. Saking cinta-Nya, Ia tidak rela manusia masuk dalam dosa. Ia menegur orang-orang yang menjadikan Bait Allah tempat berjualan, mengambil untung! “Cinta akan rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2:17). Ia menyelamatkan manusia dengan kebangkitan-Nya kelak 3 hari setelah wafat-Nya. (*)

Renungan oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •