Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sejarah Gereja ditandai dengan penampakan Bunda Maria. Ada banyak penampakan Bunda Maria, seperti di Lourdes, Fatima, Guadalupe, dan lain sebagainya. Lalu  bagaimana dengan penampakan Santo Yoseph, orang suci yang paling banyak didoakan di dunia setelah Maria? Berikut ini penampakan Santo Yoseph yang dikenali dan diakui oleh Gereja:

  1. Di Contignac, Var– Prancis(abad ke-17)

Peristiwa di Contignac diawali dengan penampakan Santa Perawan Maria. Pada tanggal 10 Agustus 1519, seorang pria Jean de la Baume, seorang penebang kayu di Var, sedang berdoa di puncak bukit. Tiba-tiba awan muncul di hadapannya, seketika dia terkejut karena dia melihat dalam awan itu Santa Perawan Maria sedang menggendong Kanak Yesus, didampingi oleh malaikat agung St. Mikhael dan Santo Bernardus. Dari penampakan itu Jean diminta untuk menemui pastor di Contignac untuk membangun sebuah kapel di tempat penampakan itu, dengan nama Notre-Dame-de-Grâces. Keseokan harinya Jean melihat penampakan yang sama untuk kedua kalinya.

Tanggal 14 September 1519, peletakan batu pertama pembangunan kapel di tempat penampakan. Dua tahun kemudian Paus Leo X memberikan indulgensi kepada para peziarah yang mengunjungi Contignac. Pada tanggal 21 Februari 1660, Raja Prancis, Louis XIV dan Ratu Anne dari Austria berziarah ke tempat ini.

Satu setengah abad kemudian, pada tanggal 7 Juni 1660, Santo Yoseph menampakkan diri kepada seorang gembala di gunung Bessillon, sekitar 3 km dari tempat ziarah Contignac. Si gembala itu bernama Gaspard Ricard, yang saat itu sedang berdoa. Hari sangat panas dan dia kehausan. Tiba-tiba, dia melihat seorang “orang pria, bertubuh besar di sampingnya”. Pria itu berkata kepadanya, “Akulah Yoseph. Angkatlah batu ini dan kamu akan minum.”  Gaspard ragu-ragu dan menjawabnya “Aku tidak akan bisa angkat, batu ini terlalu berat”. Saint Joseph pun mengulangi perintahnya. Kemudian Gaspard mengangkat batu tanpa kesulitan berarti dan dia menemukan sumber air dan meminumnya sampai puas. Batu itu memang berat, yang kemudian delapan orang mencoba mengangkatnya, tetapi tidak bisa. Beberapa bulan kemudian, pada tanggal 31 Januari 1661, Mgr Joseph Ondedei, uskup Fréjus, mengautentikasi penampakan ini.

  1. Kalisz (abad ke-17)

Di Kalisz, sebuah kota tua di  Polandia, sekitar tahun 1670, Santo Yoseph menampakkan diri kepada Stobienia, seorang lansia yang sakit parah tanpa harapan sembuh. Siang malam dia berdoa kepada Tuhan untuk membiarkannya mati, dengan pentaraan  Santo Yoseph, pelindung kematian yang baik. Suatu malam, ketika sedang berdoa, seorang pria tua menemuinya. Stobienia yakin bahwa dia adalah Santo Yoseph. Dia berkata kepadanya: “Kamu akan sembuh jika kamu melukis gambar Keluarga Kudus ini, dengan tulisan “Pergilah ke Yusuf” dan dedikasikan lukisan itu kepada gereja di Kalisz.” Segera setelah lukisan itu selesai Stobienia sembuh dari sakitnya. Sejak saat itu gereja di Kalisz menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi. Paus Santo Yohanes XXIII mempersembahkan cincin kepausannya di tempat ziarah ini pada bulan Oktober 1962. Pada tahun 1969, didirikan Pusat Studi Internasional Santo Yoseph (Yosephologi). 

  1. Knock (abad ke-19)

Pada tanggal 21 Agustus 1879 diKnock – Irlandia (dekat Dublin),Santa Perawan Maria menampakan diri: berpakaian putih dan mengenakan mahkota emas, ditemani oleh Santo Joseph dan Santo Yohanes Pengarang Injil. Para saksi juga melihat sebuah “altar” yang di atasnya berdiri “anak domba”,dan di belakangnya ada sebuah salib”. Uskup setempat segera membentuk komisi penyelidikan, hasilnya positip dan diterbitkan tahun berikutnya. Paus Santo Yohanes Pauslus II pernah mengunjungi tempat ini di awal masa kepausannya; dan Paus Fransiskus mengunjungi tempat ziarah ini pada bulan Agustus 2018.

  1. Fatima (abad ke-20)

13 Oktober 1917 adalah tanggal penampakan terakhir Perawan Maria di Fatima, Portugal. Sementara orang banyak melihat rotasi dan jatuhnya matahari, Francisco, Jacinta dan Lucia, melihat di balik matahari seluruh Keluarga Kudus dalam rangkaian gambar singkat: Bunda Maria berpakaian putih bersama Santo Yusuf dan Kanak Yesus di pelukannya, keduanya berpakaian merah. Kemudian Sr. Lucia menjelaskan bahwa “keduanya tampak memberkati dunia dengan gerakan tangan dalam bentuk salib”. (*)

Disarikan oleh:
RD Philips Seran

 

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •