Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Rabu (24 Maret 2021)
Bac. Dan. 3:14-20.24-25.28; Yoh. 8:31-42.

Penggalan sabda Yesus di atas mengingatkan kita untuk tetap berpegang pada apa yang benar sekalipun langit itu runtuh. Jika kita tetap setiap pada kebenaran, maka kedamaian selalu kita miliki. Kita tidak dikejar oleh rasa bersalah, kita tidak dihantui oleh batin yang tidak tenang. Berbohong atau menyampaikan sesuatu yang tidak benar akan membentuk karakter kita yang buruk. Hari ini, Yesus bersabda  “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Murid Yesus sejati adalah mereka yang berpikir, berbicara dan berbuat benar. Kekuatan utama dari perilaku para murid Yesus adalah Firman Tuhan “FirmanMu adalah terang bagi jalanku dan pelita bagi kakiku”. Jika kemudian ada pengikut Kristus yang tidak setia kepada Firman Tuhan dan dan berbicara serta bertindak tidak benar, maka sesungguhnya dia bukan pengikiut Kristus yang baik. Oleh karena itu butuh pertobatan untuk kembali kepada kebenaran Firman Tuhan.

Dalam situasi dunia yang penuh dengan kepalsuan ini banyak dari antara kita yang terjerumus dalam sikap “ikut saja” yang penting aman, ikut bai – dak kawa nyusah. Sikap ini mungkin kelihatan sederhana, tetapi jika kita berhadapan dengan kebenaran kita tidak hanya ikut saja tetapi harus susah, harus menderita dan harus berjuang untuk menegakan kebenaran. Tetapi harus disadari bahwa patokan utama kebenaran adalah Sabda Tuhan. Tidak boleh ada klaim kebenaran dengan versi masing-masing. Kekacauan dan perselisihan terjadi karena ada yang mengklaim kebenaran sesuai dengan keinginannya dan lebih parah lagi dia memaksakan kebenaranya supaya diikuti oleh orang lain.

Sabda Tuhan hari ini sangatlah cocok dengan situasi hidup kita yang sering kali berhadapan dengan berbagai kebohongan. Penyebaran berita bohong atau hoax, klaim dari orang- orang tertentu sebagai penguasa tunggal kebenaran. Ini semua adalah situasi yang menantang kita untuk teguh pada kebenaran sesuai dengan firman Tuhan. Sabda Yesus kepada kita ” jika “Ya” katakan “Ya” dan jika “tidak” katakan “tidak” selebihnya berasal dari si jahat. Jika kita tetap konsisten pada kebenaran, maka kebenaran itu akan membuat kita gembira sebagai anak- anak Allah. (*)

Renungan oleh:
RD Stanislaus Bani


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •