Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KATEDRALPANGKALPINANG.COM  — Umat Katolik mengikuti perayaan malam Paskah dengan protokol kesehatan ketat di Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Sabtu (03/04/2021) petang. Malam Paskah di Gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang dipimpin oleh Pastor Paulus Yosef Kene Sogen.

Upacara Cahaya mengawali perayaan Ekaristi Vigili Paskah, Sabtu (03/04/2021). (KATEDRALPGK/DHINA)

Seperti biasa, perayaan malam Paskah umat Katolik diawali dengan upacara cahaya penyalaan lilin Paskah. Artinya kegelapan dalam hidup umat Katolik diterangi oleh Cahaya Kristus melalui lilin yang menyala di tangan. Malam Paskah atau Vigili artinya berjaga-jaga menantikan kebangkitan Yesus. Sebelumnya, rangkaian Tri Hari Suci diawali dengan Kamis Putih. Penekanannya pada perjamuan di mana Yesus mendirikan Sakramen Yesus dan Imamat, sementara Jumat Agung tentang penderitaan Yesus melalui jalan salib.

Pastor Paulus Yosef  Kene Sogen yang akrab disapa Pastor Yopi Sogen dalam homilinya menyebut makna Paskah adalah penderitaan Yesus mati disalib.
“Kita tak berjalan sendiri tetapi Yesus selalu menyertai kita dalam penderitaan kita. Bahkan sampai kita memperoleh sukacita seperti yang Ia janjikan. Kita tidak pernah sendiri dalam menapaki kehidupan kita karena Tuhan Yesus bersama kita selama kita di jalan-Nya,” ujar Pastor Yopi. Paskah juga mengajak umat berserah karena hanya melalui Yesus saja kita memperoleh keselamatan.

Suasana perayaan Ekaristi Vigili Paskah di Gereja Kateral St. Yosef, Pangkalpinang, Sabtu (03/04/2021) petang. (KATEDRALPGK/DHINA)

Juru Bicara Media Centre Gereja Katedral Pangkalpinang, Andi Kris mengatakan perayaan Paskah kali ini berlangsung sederhana dengan rangkaian ibadat yang dipersingkat mengingat situasi pandemi Covid-19. Beberapa rangkaian ibadat menyesuaikan dengan protokol kesehatan seperti umat membawa lilin masing-masing dan diminta untuk mematikan lilin tanpa membuka masker, tanpa meniup, agar droplet tak keluar.
“Perubahan ini tidak berpengaruh karena tidak mengubah inti dari hakikatnya. Karena semua perubahan itu berdasarkan pedoman merayakan Paskah dengan situasi yang ada (pandemi Covid-19), yang dikeluarkan oleh Vatikan” jelas Andi Kris. (katedralpgk)

Penulis : Dhina
Editor: caroline_fy

 

 

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •