Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Senin (12 April 2021)

Pada malam Paskah dan Pekan 1 Paskah di gereja-gereja di wilayah paroki Katedral diadakan baptisan dewasa. Saya ucapkan selamat kepada para baptisan baru. Kalian dilahirkan kembali untuk kedua kalinya.Pertama kita dilahirkan dari rahim ibu kita masing-masing di dunia ini. Kedua setelah dibaptis, kita dilahirkan menjadi anak-anak Allah. Kita mengalami hidup baru, seperti terlahir kembali ke dunia ini dengan cara yang berbeda.

Pada perikop injil hari ini, seorang pemuka agama Yahudi datang kepada Yesus dan bertanya apakah arti dilahirkan kembali. Kata Nikodemus kepadaNya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”  (Yoh 3:4)

Ada baptisan baru bercerita kepada saya bahwa dulu sebelum dibaptis dia seorang pemabuk, sekarang ia tidak lagi suka minum-minuman keras. Dulunya seorang penjudi, sekarang tidak lagi. Dulu punya istri lebih dari 1, sekarang hanya 1 istri. Demikian lah yang dimaksud dilahirkan kembali. Ia mengalami perubahan hidup, dari cara hidup yang lama yang dikuasai kedagingan, sekarang ia hidup baru yang dikuasai oleh Roh Kudus. Seperti kita baca dalam bacaan pertama, para rasul takut mewartakan tentang Yesus yang bangkit, karena takut akan mengalami hukuman seperti guru mereka. Namun setelah dipenuhi Roh Kudus, mereka menjadi berani mewartakan sabda Allah. “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”  (Kis 4:31) (*) 

Renungan Oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •