Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Sabtu (17 April 2021)

Kata-kata Yesus ini memiliki makna yang sangat mendalam karena mengungkapkan jati diri Yesus yang sesungguhnya. ‘Aku’ adalah personifikasi tentang seluruh pribadi Yesus yang adalah Anak Allah. Kehadirannya saat para murid sedang ragu-ragu meneguhkan iman mereka sekaligus memberi kepastian bahwa Allah yang penuh kasih itu sedemikian dekat dengan kita. Setelah peristiwa Yesus memberi makan kepada lima ribu orang, kini ada lagi peristiwa yang mencengangkan yakni “Yesus berjalan di atas air”.

Memang ada reaksi berbeda yang bisa kita lihat dari para murid dengan peristiwa itu. Kerapuhan dan kelemahan iman para murid membutakan mata mereka sehingga tidak mampu membedakan mana Yesus dan mana hantu. Para murid Yesus masih bercokol pada keyakinan diri mereka. Mereka belum bisa keluar dari diri mereka sendiri dan situasi hidup mereka. Angin ribut yang terjadi sebelum Yesus hadir serta danau yang teduh setelah Yesus datang adalah dua hal yang mengucapkan tentang arti penting kehadiran Yesus dalam kehidupan para murid.

Badai kehidupan kita mungkin jauh lebih dahsyat dari angin ribut di danau itu. Persoalan hidup setiap hari silih berganti datang menghampiri kita. Mulai masalah ekonomi sampai masalah relasi dengan orang lain. Kita bersyukur jika kita mampu melewatinya dengan baik dan memperoleh kebahagian, tetapi banyak juga yang tidak dapat keluar dari masalah itu, yang membutuhkan bantuan orang lain.

Merujuk pada peristiwa yang dilukiskan dalam Injil hari ini, rasanya kita seolah menemukan jalan keluar mana kala kita sedang menghadapi masalah-masalah dalam hidup kita. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, syaratnya kita harus membuka “perahu hati” kita supaya Yesus bisa masuk dan berlayar bersama kita. Kalau Yesus bersama kita, persoalan apapun akan dapat diselesaikan dengan baik. Yesus telah mengajari kita tentang bagaimana menyelesaikan masalah. Setiap hari kita harus belajar dariNya. Ketika ada masalah ekonomi, Yesus mengajari kita tentang ketulusan dan kejujuran mengelola pendapatan. Ketika ada masalah sakit atau penyakit jangan mengeluh, tetapi kita harus menemukan cara untuk dapat sembuh dengan berjumpa Yesus, Sang Tabib Utama. Mengimani Yesus berarti membuka mata dan telinga kita untuk dapat mengenal Dia. Buanglah semua ketakutan dan kebimbangan kita yang menghalangi kita bertemu dengan Yesus. Amin. (*) 

Renungan oleh:
RD Stanis


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •