Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Jumat, 23 April 2021
Bac. Kis.9:1-20; Yoh. 6:52-59.

Teks Injil hari ini adalah bagian akhir dari kotbah Yesus tentang Roti Hiduo. Teks ini dimulai dengan pertentangan  antara Yesus dan orang-orang yahuid zaman itu. Setelah Yesus mengatakan bahwa : Dialah «roti hidupd  yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia». Mendengar pernyataan itu: «Orang-orang Yahudi ….berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan»..

Ungkapan “Daging dan darah” adalah ekspresi kehidupan dan pemberian diri yang total. Orang Yahudi bereaksi: “Bagaimana orang ini bisa memberi kita makan dagingnya?” Pesta Paskah sudah dekat. Setelah beberapa hari, semua orang akan makan daging domba Paskah dalam perayaan malam Paskah. Mereka tidak memahami kata-kata Yesus, karena mereka mengartikannya secara harfiah. Tetapi Yesus menegaskan kembali bahwa «sesungguhnya jikalau kamu tidak makan dagingAnak Manusiaj  dan minum darah-Nya,kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku , ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.»

(a) Makan daging Yesus berarti menerima Yesus sebagai Anak Domba Paskah yang baru, yang darahnya membebaskan kita dari perbudakan dosa. Darah adalah tanda kehidupan. (b) Meminum darah Yesus berarti meneladani cara hidup Yesus. Yang memberi hidup bukanlah makan manna masa lalu, tetapi makan roti baru ini yaitu Yesus, daging dan darahNya. Dengan berpartisipasi dalam Perjamuan Ekaristi, kita menyerap kehidupan Yesus, KerahimanNya dan Pemberian diri atau KasihNya. “Jika kamu tidak makan daging Anak Manusia dan meminum darahnya, kamu tidak akan memiliki hidup di dalam kamu”.

Di akhir pengajaranNya Yesus menegaskan inti ajaranNya: «Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku  dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya».  Ucapan Yesus ini mengakhiri penjelasannya tentang  Roti Hidup sangat dalam dan mencoba meringkas segala sesuatu yang telah dikatakan. Ungkapan itu menjelaskan juga tentang makna terdalam dari  partisipasi kita dalam Ekaristi. St Paulus dalam suratnya kepada jemaat Galatia menegaskan: “Bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20); dalam  Wahyu Yohanes kita juga baca :” Jika ada yang mendengarkan suaraku dan membukakanku pintu, saya akan datang kepadanya, saya akan makan dengan dia dan dia dengan saya “(Wahyu 3:20). Dan Yohanes sendiri dalam Injilnya menulis :” Jika ada yang mencintai saya, dia akan menepati janji saya dan Bapa saya akan mencintainya dan kita akan datang kepadanya dan kita akan membuat rumah kita bersamanya “(Yoh 14:23).

Kiranya  Sabda Tuhan ini membantu kita  memperdalam iman akan Ekaristi dan menghayati Ekaristi lebih intens. (*)

Renungan oleh:
RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •