Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Sabtu, (24 April 2021)
Bac. Kis.9:31-42; Yoh.6:60-69.

Perikop ini secara khusus membahas tanggapan murid-murid terhadap perkataan Yesus tentang roti hidup. Murid-murid yang dimaksud bukan menunjuk pada orang-orang Yahudi, bukan pula ke-12 murid. Murid-murid yang dimaksud adalah mereka yang adalah pengikut. Setelah mendengar ajaran Yesus mereka merasa tidak bisa terus mengikuti Dia. “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia”. (Yoh 6:66).

Perkataan keras mana yang dimaksud dalam perikop ini? Perkataan keras yang mereka maksudkan adalah keharusan untuk memakan daging Kristus dan minum darah-Nya. Mereka artikan secara harafiah, padahal yang dimaksud Yesus adalah murid-murid dapat memiliki hidup rohani selama bersekutu dengan Kristus dan Sabda-Nya. “Perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh 6:63). Demikianlah kita mendapat bagian dalam Kristus selama kita terus beriman kepada-Nya dan menerima Firman-Nya dengan sungguh. Yesus adalah Firman yang hidup (Yoh 1:1-5) dan roti hidup (Yoh 6:35). Oleh karena itu, kita memakan tubuh-Nya dengan tetap tinggal di dalam Dia sambil menerima dan mentaati Firman Allah. Kita akan terus selamat dengan tetap bersatu dengan Kristus serta makan dari Firman Allah terus menerus melalap membaca, menerima kebenarannya dalam hati kita dan mentaatinya (Yak 1:21)

“…Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia”. Peristiwa pengkhianatan terhadap Yesus dinubuatkan, tetapi siapa yang akan melakukannya tidak dinubuatkan. Orang khusus yang akan mengkhianati Yesus tidak ditetapkan dari semula. Yudas mempunyai pilihan yang sama dengan rekan-rekannya. Dia seorang percaya dan teman karib Yesus sebenarnya tidak perlu mengkhianati Yesus, tetapi kemudian memutuskan sendiri untuk meninggalkan Yesus (Kis 1:25).

Iman kita teruji bukan saat semua baik-baik saja, tetapi justru saat kita dihadapkan pada kenyataan yang tidak kita inginkan. Pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita masing-masing: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). (*)

Renungan oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •