Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Hari Rabu, Pekan Paskah IV
Kis 12:24-13:5a: Mzm 67:2-3.5.6.8: Yoh 12:44-50

Bacaan suci hari ini, daru dari Injil Yohanes (lih. 12: 44-50) menunjukkan kepada kita keintiman antara Yesus dan Bapa. Yesus melakukan apa yang Bapa perintahkan agar Dia lakukan. Oleh karena itu Dia berkata: “Barangsiapa percaya padaku, ia percaya bukan kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang mengutus Aku” (Yoh 12:44). Yesus, kemudian menjelaskan tugas perutusan atau misi-Nya yakni: “Aku telah datang ke dalam dunia, sebagai terang, agar setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal dalam kegelapan” (Yoh 12:46). Yesus menyatakan diri-Nya sebagai terang. Misi Yesus adalah sebagai terang untuk menerangi dunia yang diselimuti kegelapan. Konsekuensinya adalah supaya semua orang yang percaya kepada-Nya janganlah tinggal di dalam kegelapan melainkan tinggal di dalam terang. Yesus sendiri pernah berkata:: “Akulah terang dunia” (Yoh 8:12). Nabi Yesaya juga  menubuatkan tentang terang ini: “Bangsa yang berjalan dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar” (Yes 9:1).

Untuk itu, tugas perutusan para murid Yesus adalah juga untuk membawa terang karena dunia berada dalam kegelapan. Hal ini tampak dalam, Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul menceritakan bagaimana Barabas dan Saulus, membawa terang itu ke daerah di sekitar Antiokhia, tempat di mana untuk pertama kali para pengikut Yesus disebut Kristen itu. Di sana Nama Yesus semakin diharumkan, firman Tuhan sendiri makin tersebar dan makin banyak orang mendengarnya. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem dengan membawa serta Yohanes Markus untuk ikut serta sebagai team pelayan bersama, membawa terang itu kepada bangsa-bangsa yang hidup dalam kegelapan: di Seleukia, di Salamis mereka mewartakan Sabda Tuhan kepada orang-orang di sana dengan sukacita.

Namun tragedi terjadi, bahwa  terang yang adalah Yesus sendiri ditolak.. Sejak awal Injil, Yohanes mengatakannya dengan jelas: “Terang-NYA, yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia……. Dia datang kepada milik kepunyaan-NYA, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya”. (Yoh 1:9-11). Orang-orang menolak terang karena mereka lebih mencintai kegelapan lebih daripada terang dan terbiasa hidup dalam kegelapan: mereka tidak tahu bagaimana menerima terang, mereka tidak bisa; dan menjadi budak kegelapan. Dan inilah yang menjadi menjadi perjuangan Yesus untuk menerangi, untuk membawa terang yang menunjukkan segala sesuatu sebagaimana adanya, untuk menunjukkan kebenaran, untuk menunjukkan jalan yang harus dilalui dengan terang Yesus.

Marilah melihat kembali ketika kita dibaptis, kita menerima terang itu. Gereja perdana menyebut pembaptisan” photismos:– dengan “penerangan”.  Karena kita menerima terang dan masuk dalam terang itu, yang dilambangkan dengan menerima lilin yang dinyalakan dari lilin paskah dari wali baptis kepada kita.  Naman dalam perjalanan hidup, kita pelan-pelan menolak terang itu. Dan oleh karena dosa, kita terbiasa dengan kegelapan sehingga terang membutakan kita dan kita pun tidak tahu ke mana harus pergi… (lih. Yoh 1: 1-11). Dan inilah tragedi dosa kita: dosa membutakan kita dan kita tidak bisa mentolerir terang. Tuhan Yesus dengan jelas menyatakannya dalam Injil Matius: “Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuh; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa  gelapnya kegelapan itu!” (Mat 6: 22-23).

Lalu apa yang membuat kita membuat mata iman kita sakit? Kejahatan, sifat buruk, kesombongan, semangat duniawi, semuanya menuntun kita ke dalam kegelapan dan tinggal dalam kegelapan. Kita lalu merasa tidak mudah untuk hidup dalam terang. Karena cahaya menunjukkan banyak hal buruk dalam diri kita yang tidak ingin kita lihat: kejahatan, dosa… Maka, marilah kita pikirkan tentang hal-hal jahat apa, atau apa saja dosa dalam diri kita; tentang roh duniawi kita: Hal-hal ini membutakan kita; dan menjauhkan kita dari terang Yesus.

Marilah kita selalu bergerak maju, menemui Yesus  karena Dia sendiri berkata bahwa Dia adalah terang, dan juga kata-NYA: “Aku datang ke dunia bukan untuk mengutuk dunia, tetapi untuk menyelamatkan dunia” (lih. Yoh 12: 46-47). Yesus selalu mengundang kita masing-masing, dan berkata: “Datanglah kepada-KU, biarkan dirimu tercerahkan; biarkan dirimu melihat apa yang ada di dalam dirimu, karena Aku datang untuk menuntunmu maju, untuk menyelamatkanmu. Aku tidak menyalahkanmu tetapi  Aku menyelamatkanmu ”(bdk Yoh 12: 47). Tuhan menyelamatkan kita dari kegelapan yang ada dalam diri kita, dari kegelapan kehidupan sehari-hari, Ada begitu banyak kegelapan di dalam diri kita. Dan Tuhan menyelamatkan kita. Tuhan hanya meminta kita untuk menyadarinya, dan memiliki keberanian untuk melihat kegelapan kita sehingga terang Tuhan bisa masuk dan menyelamatkan kita. Janganlah kita takut akan Tuhan: Dia sangat baik, Dia lemah lembut, Dia dekat dengan kita. Dia datang untuk menyelamatkan kita. Salam Komunio. (*)

Renungan oleh:
RD Yustin


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •