Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Kamis, 29 April 2021

Bacaan :
Kis 13:13-25,
Yoh, 13: 14- 20

Media sosial dewasa ini banyak dipenuhi dengan berita-berita palsu, provokasi, dan saling menjelekkan satu dengan yang lain. Ada yang dengan kritis menanggapinya, namun ada yang menerimanya tanpa seleksi, sehingga demikian dapat menimbulkan kebencian satu dengan yang lain. Bagi kita ada tantangan tersendiri mana kala kita harus berhadapan dengan berbagai kemerosotan yang nyata-nyata menjauhkan diri kita dengan orang lain bahkan dengan Tuhan. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita utk hadir sebagai “pembawa damai.” Kita semua diingatkan bahwa dalam relasi kita dengan orang lain pesan yang sangatlah mulia dan terpuji adalah selalu membawa damai.

Paulus mengajak para pendengar ajaran kabar gembira ini untuk melihat perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Bahwa bukan dengan kekuatan senjata, Israel berhasil keluar dari Mesir tetapi karena kuasa Allah yang mendampingi mereka. Allah pun berpanjang sabar mendidik, membangun, dan mengampuni dosa umat-Nya, tetapi Allah juga kasih, Dia menerima pertobatan umat-Nya dan mengampuninya. Allah yang mengasihi kita tanpa batas inilah yang kini hadir di tengah kita.

Salah satu perwujudan dari kabar gembira itu adalah hadir membagikan kasih.
Kasih bukanlah sekadar perasaan. Kasih juga bukan entitas rohani belaka. Kasih mewujud melalui tindakan nyata, yaitu saling melayani. Jika wujudnya tidak ada, namanya jelas bukan kasih. Namun kasih dan pelayanan juga bukan ekspresi kehebatan diri. Kita yang percaya kepada Kristus tidak perlu menunggu diri kaya, berkuasa, pintar, dll., baru bisa melayani. Kita mampu mengasihi karena Kristuslah yang memampukan kita mulai mewujudkan kasih itu dengan kerendahan hati.
Yang paling penting sekarang adalah ke mana pun kita melangkah kita tetap membawa kabar gembira. Mari kita hindari pikiran dan  perbuatan yang membawa perpecahan. Amin. (*)

Renungan oleh:
RD Stanislaus Bani


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •