Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Sabtu 01 Mei 2021, Minggu Paskah IVTahun B/I
(Kis13: 44-52, Yoh 14: 7-14)

Paulus menguraikan secara detail tentang kedatangan, penderitaan, kematian dan kebangkitan Yesus.  Dalam uraiannya itu, Paulus menekankan tentang figur Yesus lebih tinggi dari Hukum Musa. Sebab dalam Yesus ada pengampunan dosa bagi umat manusia. “Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.  Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari Hukum Musa” (Kis13: 38-39).

Pengajaran Paulus tentang Yesus ini mendapatkan respon positif dari banyak orang. Orang-orang banyak itu percaya kepada Yesus. Akibatnya, hampir setiap Hari Sabat orang-orang dari seluruh kota berkumpul di Sinagoga untuk mendengarkan pengajaran Paulus. “Pada Hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengarkan firman Allah” (Kis 13:44). Namun orang Yahudi iri dan menghujat Paulus. Karena Orang Yahudi tidak mengerti maksud Allah bahwa bangsa Yahudi harus menjadi terang bagi bangsa-bangsa lain yang belum mengenal Allah yang hidup. “Memang kepadamulah Firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, namun kamu menolak…   Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah…” (Kis 13: 46-47).

Yohanes menampilkan pengajaran Yesus kepada Murid-murid-Nya, yakni Mengenal Yesus berarti mengenal Bapa. Rupanya pengajaran Yesus ini membuat Filipus berada dalam kebinggungan.  “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” (Yoh 14:8).  Filipus bertanya seperti itu karena memang ia belum berjumpa dengan sosok Bapa yang diwartakan oleh Yesus.  Melalui pertanyaan Filipus, Yesus memberikan katekese menarik yakni tentang kesatuan Dia dengan Bapa.Yesus mengungkapkan bahwa orang melihat Dia berati melihat Bapa. “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya”  (Yoh 14:10).  Kesatuan Yesus dengan Bapa adalah kesatuan dalam tindakan dan karya. Pejerjaan yang dilakukan oleh Yesus, merupakan pekerjaan Bapa. Apabila kita ingin mengenal Bapa berarti harus mengenal Yesus.

Yesus adalah tanda kehadiran Allah paling nyata.  Melalui dan di dalam Yesus, kita mengalami dan merasakan kehadiran Allah. Hal ini terjadi demikian karena Yesus dan Bapa adalah satu. Kita sama seperti Filipus yang sering galau dan bertanya tentang identitas Bapa itu. Namun, berkat iman kita kepada Yesus akhirnya kita mengerti dengan baik sosok Sang Bapa.Meskipun kita tidak hidup di zaman Yesus, namun kita pun bisa mengenal Yesus dan Bapa melalui Gereja-Nya.

Paulus dalam perjalanan misinya di Asia kecil untuk mewartakan Yesus dan seluruh karya pewartaan-Nya. Yesus adalah gambaran Allah yang sempurna itu harus diperkenalkan kepada semua bangsa supaya mereka percaya dan diselamatkan. Begitu juga dengan Yohanes, dalam tulisanya, ia merefleksikan dengan sangat baik tentang  relasi erat antara Yesus dengan Bapa. Misi kita hari ini adalah berani keluar dari zona nyaman kita untuk belajar memahami iman kita dengan baik dan benar sebagai pendasaran kita untuk bermisi. Tugas perutusan kita adalah mewartakan Yesus Kristus sebagai gambaran Allah yang paripurna, seperti yang dilukiskan oleh Pemazmur, “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. ( Mzm 98:1-3).  (*)

Renungan oleh:
RD Jose Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •