Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Jumat Pekan IV Paskah; 30 April 2021

Bacaan :

Pertama           : Kisah Rasul 13: 26-33

Injil                  : Yohanes 14: 1-6

Pepatah tua mengatakan : “Banyak jalan menuju Roma”. Pepatah kuno ini mau mengatakan kepada kita bahwa ada banyak cara dan jalan untuk mencapai sebuah tujuan. Atau dengan kata lain, ada banyak kemungkinan untuk menggapai sesuatu.

Demikianlah dengan kebahagiaan. Setiap kita merindukan kebahagiaan. Kerinduan akan kebahagiaan membuat orang dengan berbagai cara dan jalan untuk terus mencari agar dapat menenukannya. Ada yang merasa bahagia kalau sudah memiliki harta yang cukup; mendapatkan kawan yang banyak; cita-cita yang dituju sudah tercapai atau memeiliki nama besar.

Salah satu bentuk kebahagiaan yang tak putus-putusnya dicari setiap anak manusia adalah Kebahagiaan Sejati bersama dan di dalam Allah. Kebahagiaan Sejati ini merupakan sebuah kebenaran iman yang selalu diperjuangkan untuk diraih. Kebahagiaan sejati tidak bisa diraih dengan cara-cara duniawi.

Bisa jadi ada yang bingung, bimbang dan ragu dalam usaha pencahariannya untuk menggapai Kebahagiaan Sejati. Hal ini terjadi karena dasar atau tolak yang digunakan tidak sesuai dengan yang dikehendaki Tuhan.

Sabda Tuhan hari ini, khususnya dalam dialog antara Yesus dengan Tomas, mau menjawab kebingungan, kegelisahan, kecemasan dan keraguan kita untuk merai Kebahagiaan Sejati. Satu-satunya jalan menuju Kebahagiaan Sejati adalah Yesus yang bangkit. Melalui Yesus yang bangkit jaya kita menemukan kebahagiaan yang menghidupkan.

Tomas yang mewakili kita sebagai orang-orang yang terkadang bingung dan bahkan tak tahu jalan menuju keselamatan, Yesus menjawab : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh. 14:6).

Jawaban Yesus yang ditujukan kepada Tomas secara tak langsung mengarah kepada kita juga yang sering memilih jalan sendiri. Jalan kita yang sering membingungkan. Kita diajak kembali kepada Yesus yang kita imani sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan. Dia adalah cahaya dalam kegelapan dan pemandu yang aman bagi siapa saja yang meraba-raba mencari jalan menuju Kebahagiaan Sejati.

Yesus sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan adalah jawaban pasti bagi kita ditengah pencaharian kita selama mengarungi kehidupan agar terbebas dari kecemasan dan kebingungan untuk menuju kebahagiaan. Kebahagiaan, kebenaran dan kehidupan pasti tercapai asalkan kita tetap beriman dan berpegang teguh pada Tuhan. Yesus menjadi satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

Renungan Oleh: RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •