Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Selasa, Minggu Paskah V Tahun B/I.

Dalam bacaan I (Kis14:19-28) dapat kita lihat prinsip Paulus dan Barnabas dalam mewartakan Injil Kritus yaitu “maju terus, pantang mundur!”.

Buktinya:
(1) Penganiayaan tidak membuat mereka jera atau takut (ay. 19-21).
(2) Mereka tidak pernah lupa meneguhkan hati orang yang telah percaya agar tetap setia bila mengalami sengsara. (ay. 21)
(3) Di tiap tempat yang mereka kunjungi, mereka berusaha “memberdayakan umat setempat” dengan mendorong jemaat untuk hidup sebagai komunitas yang terorganisir, dan untuk itu mereka selalu menetapkan dan melantik penatua untuk memimpin komunitas itu.
(4) Mereka tidak lupa kembali ke basis di mana mereka pertama kalinya dulu menjadi pewarta Injil yaotu Anthiokoa, dan ketika kembali ke basis itu mereka menceriterakan apa yang telah merka lakukan (semcam laporan) (ay. 27)
(5) Di Anthiokia Paulus dan Barnabas selalu mengambil kesempatan untuk beristirahat dan mengisi kembali “baterai” rohaninya sebelum mereka harus pergi untuk pelayanan yang berikutnya.

Belajar dari Paulus dan Barnabas, kita, apapun pekerjaan kita, diajak untuk memiliki sikap bertanggung jawab dan setia terhadap apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan muliakanlah Allah melalui apa yang kita lakukan

Dalam Injil hari ini (Yoh 14:27-31a) Yesus menyiapkan para murid untuk menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan segera terjadi yaitu: kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kedatangan Roh Kudus. Yesus menyatakan bahwa “…damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu…” (ay. 27). Lewat pernyataan itu, Yesus ingin para murid tetap mengalami damai sejahtera (tidak sedih, tidak patah semangat, tidak gelisah, namun sungguh-sungguh percaya kepada-Nya.) sekalipun kesulitan mendera mereka.

Bagaimana dengan kita?
Tuhan mengijinkan musuh iman menghadang kita dan membuat kita menderita agar kita belajar bagaimana menggunakan senjata Allah (damai sejahtera) dan tetap tegak dalam iman. Melalui aneka pencobaan kita justru belajar berserah (percaya) pada Allah dan tak bergantung pada diri sendiri. Paulus dan Baranabas sudah membuktikannya. Hari ini kita ditantang untuk MENJADI HAMBA YANG SETIA, BERTANGGUNGJAWAB, dan SELALU MEMULIAKAN ALLAH MELALUI APA YANG KITA LAKUKAN DAN YANG KITA ALAMI.

Bagaimana?
Semoga. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
Andi Kris


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •