Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Kamis, 13 Mei 2021, Minggu Paskah VI Tahun B/1
Bacaan : Kis 1:1-11, Ef 1:17-23/4:1-13, Mrk 16:15-20

Kisah Para Rasul melukiskan peristiwa tentang Yesus terangkat ke surga. Peristiwa Yesus terangkat ke surga hendak menyampaikan pesan bahwa Yesus sungguh bangkit dan hidup bersama para rasul. “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kis 1:3).

Kenaikan Tuhan adalah perpisahan yang menorehkan berkat dan rasa sukacita yang meliputi semua murid. Suka cita karena Yesus bukan pergi dan tidak kembali untuk meninggalkan para murid, melainkan Yesus pergi untuk mengutus Roh Kudus serta memberika amanat agung kepada mereka. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8).

Paulus memberikan pengajaran kepada umat Efesus. Isi pengajaran Paulus adalah mengajak jemaat Efesus untuk hidup rendah hati, lemah lembut, sabar dan memelihara kesatuan Roh, yaitu kesatuan Tubuh Yesus. “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera” (Ef 4:2-3).  Roh tidak dapat dipisahkan dengan pengakuan satu Tuhan, yaitu Yesus Kristus, satu iman, satu baptisan,  satu Allah dan Bapa.

“Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua “ (Ef 4:4,6). Paulus juga menjelaskan berbagai karunia yang diberikan Allah untuk pelayanan dalam jemaat. Semua karunia adalah satu kesatuan dan berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan jemaat.

Markus mengungkapkan perintah Yesus kepada para murid, yaitu Amanat Agung Perutusan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15). Perintah Yesus  untuk memberitakan Injil didorong oleh kasih karunia-Nya yang besar kepada semua manusia. Adalah kerinduan Allah agar semua bangsa manusia diselamatkan. Walaupun demikian, Allah sangat menghargai kehendak bebas manusia. Itu artinya bahwa pemberitaan Injil tidak boleh ada unsur paksaan dan intimidasi kepada pihak lain.

Kita semua telah menerima karunia dari Tuhan. Karunia-karunia itu menjadi bekal bagi kita untuk merealisasikan Amanat Agung Yesus, yakni pergilah ke seluruh dunia dan wartakan sukacita Injil. Misi kita hari ini adalah membangun keutuhan jemaat (keluarga, KBG, wilayah, paroki) dengan talenta yang kita miliki. Apabila komunitas kita telah menjadi komunitas iman, kasih dan  persaudaraan, maka tahap selanjutnya adalah bersama-bersama melangkah maju memproklamirkan suka cita Injil Kristus kepada sekalian bangsa.  “Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya Tuhan itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!” (Mzm 47:2-3,6-7). (*)

Renungan oleh:
RD Jose Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •