Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Rabu Biasa Pekan VI Paskah; 12 Mei 2021
Bacaan :
Pertama          : Kisah Rasul 17: 15,22 – 18: 1
Injil                 : Yohanes 16: 12 – 15

Seorang tukang bangunan sangat akrab dengan salah satu jenis bahan bangunan yang disebut dengan nama : BESI. Apalagi bangunan itu tergolong besar dan tinggi, besi selalu digunakan sebagai “tulang” atau inti kekuatan sebuah bangunan. Sebuah bangunan akan mudah goyah dan bahkan terancam ambruk karena tak memiliki kekuatan yang cukup yang ditopang oleh besi.

Sebatang besi atau serangkai besi yang ditata kemudian dibalut dengan campuran semen dan pasir yang berkualitas akan menjadikan sebuah bangunan kokoh berdiri. Badai atau  goncangan yang menghadang, bangunan dari si tukang bangunan akan tetap aman apabila dikuatkan oleh unsur besi.

Peristiwa kematian Yesus yang adalah Guru dan Tuhan bagi para Murid dan Pengikut Yesus menjadi sebuah “pukulan” yang hebat bagi mereka. Yesus yang menjadi andalan dan kekuatan serta pemenuhan harapan dan kebutuhan mereka seolah “kalah” pada peristiwa kematian di Salib.

Suasana sukacita, gembira dan bahagia di saat ada bersama Yesus berganti menjadi sedih dan duka. Tidak hanya itu. Para Murid menjadi penakut dan berusaha mengurung diri dalam kecamasan dan ketakutan.

Yesus tak menginginkan para Murid dan pengikut-Nya terus dirundung duka dan diselimuti ketakutan. Yesus hadir kembali dalam kehidupan para murid melalui serangkai peristiwa penampakan-Nya, baik kepada para Murid maupun pengikut-Nya. Melalui peristiwa penampakan itu, Yesus mau mengatakan kepada mereka bahwa Yesus sungguh bangkit dan akan ada selalu bersama mereka.

Kehadiran Yesus bagi para Murid melalui peristiwa penampakan-Nya serasa belum meyakinkan mereka dan belum menguatkan “bangunan rumah rohani” para murid. Seperti sebuah bangunan tanpa besi belum memiliki kekuatan yang cukup, demikianlah hidup dan kehidupan para Murid belumlah lengkap dan kuat kalau belum ada kehadiran seorang penolong.

Yesus memahami harapan dan kerinduan hati para Murid dan pengikut-Nya. Maka Yesus menjanjikan seorang penolong yang menjadi kekuatan bagi mereka sehingga bangunan kehidupan mereka, baik secara pribadi maupun bersama menjadi kuat dan tidak lagi menjadi penakut bagaikan bangunan yang tahan akan segala goncangan karena dikuatkan besi.

Untuk meyakinkan para Murid bahwa Yesus akan selalu ada dan hadir bersama mereka, maka Yesus “membuat kontrak kerja” dengan mereka untuk mengutus penolong. Kata Yesus: “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; seba Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamua hal-hal yang akan datang” (Yoh. 16:13).

Bagi para Murid dan pengikut-Nya, Roh Kebenaran yang dijanjikan Yesus yang akan tinggal di dalam hati mereka bagaikan “besi” yang menguatkan hidup dan kehidupan mereka. Mereka yakin akan aman dan menjadi kuat iman bersama Roh Kebenaran tersebut.

Pengalaman ketakberdayaan para Murid oleh peristiwa kematian Yesus dan kerinduan akan hadirnya seorang penolong bagi mereka agar hidup mereka menjadi hidup kembali adalah juga pengalaman dan kerinduan kita saat ini. Rasa sepi, gelisah, cemas, bahkan takut dan tak berdaya sering kita alami.

Kita kadang merasa tak kuat dan bahkan tak mampu menghadapi pengalaman-pengalaman kelam dan pahit. Rasa bimbang dan ragu kadang menyelimuti kita. Raya kurang yakin diri dan cemas membuat kita menjadi minder dan takut menerima dan menghadapi kenyataan hidup.

Dalam situasi yang tak menentu, kita merindukan dan membutuhkan penolong. Kita mengharapkan kehadiran seorang sosok yang memampukan, menyokong, dan menguatkan kita dari dalam batin kita. Kita akan terus mencari dan mencari sampai Ia datang dan hadir dalam kehidupan kita.

Hari ini dan melalui Sabda Tuhan yang kita baca dan renungkan serasa jawaban itu kita dapatkan. “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya dari padaKu” (Yoh. 16:15). Sabda Yesus ini memberikan jaminan kepada kita bahwa kita tidak pernah akan sendiri. Kita akan selalu didampingi dan dikuatkan oleh Sang Penolong, yakni Roh Kebenaran yang diutus Bapa melalui Yesus. Dia akan menguatkan dan mengokohkan iman dan kehidupan kita. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •