Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Minggu, 23 Mei 2021
Hari Raya Pentakosta
Kis. 2: 1-13

Memahamai karya Roh Kudus dalam kehidupan gereja, mengantar kita untuk melihat bahwa sepanjang sejarah gereja, Roh Kudus hadir untuk menanam, menumbuhkan dan mengembangkan kehidupan gereja. Kesaksian Kitab Suci khususnya Kisah Para Rasul (2: 1-13) mengungkapkan tentang karya nyata Roh Kudus yang sejak awal selalu hadir untuk membimbing GerejaNya. Roh Kuduslah yang menjiwai hidup Gereja, sejak Gereja Perdana di Yerusalem hingga Gereja sekarang.

Kedatangan Roh Kudus pada hari Pentakosta tidak lepas dari peristiwa hidup, wafat, kebangkitan dan kenaikan Yesus. Dalam keseharian bersama Yesus, para murid merasakan bahwa Yesus sungguh berbeda dengan guru dan pengajar yang lain. Dia memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimliki oleh para Rabi dan Rabi Yahudi, karena itu kehadiranNya membuat para murid merasa berbeda, dalam diriNya ada yang istimewa. Yesus bicara tentang Allah yang mengasihi kita sekaligus Dia menunjukannya melalui: pengampunan kepada orang berdosa, mengampuni penjahat yang menghinannya dan mengampuni mereka yang menindasNya. Yesus bicara tentang Allah yang begitu dekat dengan manusia bahkan menjadi manusia dan semua sifat ke-Allah-an itu ada dalam diri Yesus. Hidup Yesus telah mengajari banyak hal tentang Allah dan relasinya dengan manusia kepada para muridNya. Namun persoalan yang muncul adalah manakala pengajaran yang baik tidak diikuti dengan iman yang teguh dari para murid. Mereka mencari jalannya sendiri-sendiri ketika berhadapan dengan derita dan salib. Ada murid yang menjual gurunya, ada murid yang “pulang kampong” karena kecewa dan ada yang menghkianati gurunya. Namun demikian mereka tetap belajar, bertumbuh dalam pengalaman bersama Yesus.

Cerita tentang Yesus terus-menerus mereka gaungkan agar tidak lenyap di makan waktu.
Ketakutan pada salib dan penderitaan memang membuat para murid yang lain pergi tetapi beberapa yang tetap setia (anawim-12 Rasul dan Bunda Maria). Mereka inilah yang kemudian melanjutkan cerita tentang Yesus kepada orang banyak. Momentum kebangkitan sesungguhnya telah mengubah rasa ketidakpercayaan mereka akan Yesus untuk kembali percaya. Hal yang lebih meyakinkan mereka adalah bahwa sesudah bangkit Yesus hidup kembali dan menampakkan diriNya kepada mereka. Cerita itu tidak pernah terputus, Allah selalu punya cara untuk berbicara kepada manusia. Maka tatkala Yesus kemudian kembali ke tempat sebelumnya Dia berada, para murid merasa bahwa mereka tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu, bahkan janji-Nya untuk memberikan seorang penolong yaitu Roh Kudus.

Roh Kudus pertama-tama menjadi daya-kekuatan ilahi, daya dinamis dan daya kreatif yang mendorong dan menggerakkan para rasul untuk mengimani Yesus Kristus. Selanjutnya Roh Kudus yang sama menjadi daya-kekuatan ilahi, daya dinamis dan daya kreatif bagi para pendengar yang menerima kesaksian dan pewartaan iman para rasul akan Yesus Kristus. Artinya, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus ribuan tahun yang lalu, sampai hari ini tetap bekerja dan mendampingi Gereja. Inilah kekuatan yang membuat Gereja tetap bercerita tentang Yesus sampai keabadian.

Hari ini,  kita merayakan Hari Raya Pentakosta. Hari turunnya Roh Kudus, Pribadi ketiga dalam Tritunggal Mahakudus yang telah dicurahkan atas para rasul. Peristiwa turunnya Roh Kudus ini merupakan suatu mukjizat besar bagi kita orang-orang yang percaya. Mukjizat yang mengubah semangat dan kehidupan para murid Yesus. Mereka sebelumnya, takut bercerita, pesimis dengan iman dan kurang mengerti; akhirnya berubah menjadi pemberani, optimis, dan penuh pengertian tentang Yesus Kristus dan Injil-Nya.

Pentakosta membuat para murid berani bercerita tentang Yesus. Peristiwa Pentakosta telah membuat banyak orang mendengar pewartaan dan menjadi percaya kepada Yesus dengan memberikan diri mereka untuk dibaptis. ”Semua orang dapat mendengar pewartaan para rasul dengan bahasa mereka sendiri,” inilah mukjizat Pentakosta.

Sakramen Baptis dan Krisma yang sudah kita terima memberikan kita jawaban bahwa kitapun telah menerima Roh kudus.  Dengan tugas untuk menyampaikan kabar suka-cita kebangkitan kepada sesama agar mereka juga diselamatkan karena kebangkitan Yesus. Apakah kita berani untuk bercerita tentang Yesus? Pentakosta tahun ini harus membuat kita berbeda bahwa kita memang utusan Yesus. Berbicara tentang Yesus, bertindak atas nama Dia dan bergembira bersama karena Yesus.(*)

Renungan oleh:
RD Stanislaus Bani


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •