Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Selasa (25 Mei 2021)
Minggu Biasa VIII Tahun B/1        
Bacaan : Sir 35:1-12 , Mrk 10:28-31

Sirakh mengajarkan kepada kita tentang makna persembahan yang benar. Persembahan yang dimaksud adalah ketaatan kepada Allah, membalas kebaikan hati orang dan memberikan derma. Agar persembahan itu berkenan di hati Allah maka harus diberikan secara jujur, dengan kerelaan dan murah hati. “Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat”  (Sir 35:9-10). Inilah kriteria yang disampaikan Sirakh supaya persembahan kita itu dapat berkenan di hati Tuhan.

Markus berbicara kepada kita tentang upah mengikuti Yesus. Markus lebih merefleksikan bahwa mengikuti Yesus tetap ada resikonya yaitu menghadapi berbagai kesukaran dan mungkin juga penderitaan. Akan tetapi semuanya itu tidak sia-sia bila kita tetap berkomitmen dan setia kepada kemuridan kita. Kita harus penuh iman dan berpegang erat pada janji Yesus, yakni menerima kebahagiaan dalam hidup yang kekal. “Orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal” (Mrk 10:30)

Menjadi murid Yesus berarti kerelaan untuk berkurban, yakni korban waktu, tenaga, pikiran dan materi. Semua kurban yang kita persembahkan itu harus dilakukan dengan ketulusan hati. Apa pun yang kita lakukan tidak berakhir dengan sia-sia, sebab semua telah diperhitungkan Tuhan. Upah menjadi murid Yesus bukan kita yang menentukan, tetapi Tuhan yang mengatur semuanya. Tuhan hanya membutuhkan kesetian kita untuk terus bekerja mewartakan sukacita Injil bagi semua. “Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim.  Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!” (Mzm 50:6-7). (*)

Renungan oleh:
RD Jose Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •