Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan 28 Mei 2021
Jumat Hari Biasa Dalam Pekan Biasa VIII Tahun B/I
Bacaan: Sir 44:1.9-14; dan Mrk 11:11-26.

Dalam bacaan I (Sir 44:1.9-14) Penulis Kitab Putra Sirakh berbicara tentang bagaimana cara hidup dan cara bertindak orang beriman kepada Allah yang ciri utamanya adalah bijaksana. Kebijaksanaan itu nampak dalam setia kepada perjanjian-perjanjian dengan Allah secara turun-temurun. Buah dari kebijaksanaan adalah keselamatan dan kebahagiaan, terutama keselamatan dan kebahagiaan jiwa manusia. Intinya: orang yang hidupnya baik, kebajikannya akan selalu dikenang, turun-temurun. Anak keturunannya pun  tetap menghormati bahkan meneladan kebaikan yang pernah dilakukannya menjadi pengajaran kepada anak-cucu. Sehingga seluruh keturunannya mendapatkan keselamatan dan kemuliaannya tetap abadi. Sebaliknya orang jahat mereka akan lenyap dan tidak diingat lagi, bahkan seperti tidak pernah ada atau tidak pernah dilahirkan.

Dalam Injil hari ini (Mrk 11:11-26) Yesus melakukan dua hal yakni: mengutuk pohon ara karena ketika Yesus melihat pohon ara dan mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja. Mengapa Yesus mengutuk pohon ara padahal pada saat itu memang bukan musim buah ara (ay. 13). Hal kedua yang dilakukan Yesus adalah membersihkan bait Allah dari praktik dagang dengan alasan rumah Bapa-Ku adalah rumah doa (ay. 17; Lih. Yes 56:7)

Jika kita baca Mrk 11:11-26, maka kita akan memahami alasan Yesus mengutuk pohon ara dan membersihkan Bait Allah. Yesus hanya menegaskan bahwa “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Dari ajaran itu jelas Yesus menegaskan bahwa 1. iman tanpa perbuatan hakekatnya kosong dan mati (Bdk. Yak 2:20.26).  padahal 2. iman akan membuat seseorang menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeh 17:8).
“Bagaimana dengan kita?”

Kita adalah tunas liar yang telah dicangkokkan di pokok anggur yang benar (Yesus) dan turut mendapat bagian dalam akar pohon itu (bdk. Rom 11:17). Maka kalau kita tetap bersatu dengan Yesus pasti kita akan berbuah. Jika di luar Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa (Yoh 15:16). Dan salah satu buah yang utama adalah kebijaksanaan, yaitu mampu melihat hidup ini dari sudut pandang Allah dan kemudian mengetahui tindakan terbaik untuk dilakukan. Orang yang bijaksana adalah orang yang mengenal isi hati Tuhan, yang hidupnya akan selalu dikenang. Untuk itu biarkan diri kita selalu dibersihkan oleh Yesus.
Semoga. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
Andi Kris

 


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •