Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Bertepatan dengan Hari Minggu Panggilan sedunia 25 April 2021, yang juga berbarengan dengan tanggal di mana Pastor Mario Johanes Boen Thiam Kiat (Mario John Boen/Pastor Boen) ditahbiskan 86 tahun yang lalu, Seminari Menengah Mario John Boen yang berlokasi di belakang Gereja Bernadeth, Pangkalpinang, mencanangkan peletakan batu pertama pembangunan Kapel Santo Yohanes Maria Vianney.

Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko OFM memberkati lokasi di mana altar kapel akan berdiri, 25 April 2021. (KATEDRALPGK/FENNIE)

 “Menyadari pentingnya menyediakan sarana dan prasana pendukung bagi terpenuhinya sekolah calon imam, Seminari Mario John Boen yang tahun ini genap memasuki usai 10 tahun berupaya mewujudkan impian awal pembangunan yang belum tuntas. Pengadaan kapel adalah salah satu impian awal para perintis Seminari Mario John Boen yang merupakan rangkaian dari pendirian sekolah dan asrama,” tutur penanggung jawab pembangunan kapel, RD Bertolomeus NAP Ngita.

Site plan Kapel St. Yohanes Maria Vianney. (SUMBER : DOK. SEMINARI JOHN BOEN)

Kapel yang hendak didedikasikan bagi anak-anak seminari itu, sekaligus untuk mengenang dengan penuh hormat dua tokoh sentral peletak landasan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Pangkalpinang, yakni Pastor Mario John Boen dan Paulus Tjen On Ngie. Pastor Boen adalah imam yang lahir, besar dan berkarya di Pulau Bangka, wilayah Keuskupan Pangkalpinang. Ia adalah imam diosesan, sekaligus imam pribumi pertama di Indonesia. Ia menjalani penggembalaan selama tiga masa, Belanda, Jepang, dan kemerdekaan.

Kolase Pastor Boen dan Paulus Tjen On Ngie. (DOK. KATEDRALPGK)

Sementara Paulus Tjen On Ngie adalah awam pertama  yang merintis karya misi pada pusat misi pertama di Vikariat Apostolik Batavia, tepatnya di Sungaiselan. Dia dikenal sebagai seorang tabib. Mengobati orang sakit sekaligus mewartakan Injil menjadi karya hidupnya yang patut dikenang.
“Gereja Katolik Keuskupan Pangkalpinang tidak bisa menafikan jejak sejarah bahwa persemaian iman tertanam di masa Paulus Tjen On Ngie dan di era Pastor Mario John Boen. Persemaian itu dirawat untuk membentuk masa depan gereja sebagaimana yang kita kemudian alami saat ini. Secara istimewa Pastor Mario John Boen dikenang sebagai satu-satunya imam yang menyelamatkan gereja di saat semua imam berkewarganegaraan Belanda ditawan Jepang dan satu persatu wafat,” imbuh RD Berto.

Sarat Makna dan Simbol Teologis
Rancang bangun Kapel St. Yohanes Maria Vianney yang hendak direalisasikan, sengaja di desain dengan sarat makna. Sebagai rumah pendidikan calon imam, seminari merasa perlu menghadirkan setiap sudut kapel dengan simbol teologis.

Kapel St. Yohanes Maria Vianney dilihat dari sudut atas/ bird’s eye view. (SUMBER : DOK. SEMINARI JOHN BOEN)

“Adapun makna simbolis pada bangunan Kapel Santo Yohanes Maria Vianney menggambarkan tangan kasih Allah yang membentang menyambut anak-anak-Nya yang datang untuk berdoa lewat perantaraan St. Yohanes Maria Vianney. Doa dan kehadiran umat tersebut disambut dan masuk hanya melalui satu Pintu Hati Yesus yang Mahakudus. Semua bermuara agar setiap insan yang hadir boleh mengalami suatu perjumpaan dengan Allah dalam Ekaristi, berbagai ibadah maupun doa hening secara pribadi,” lanjut RD Berto.

Ia menambahkan, dua pilar penyangga kapel yang menyerupai lilin menyala menjadi simbol yang mengungkapkan peletakan fondasi dasar pewartaan iman di Keuskupan Pangkalpinang dalam diri Paulus Tjen On Ngie dan Pastor Boen.
“Dua pilar tersebut menjadi penanda rasa syukur dan hormat kita atas jasa-jasa mereka. Sebab, dalam diri keduanya, cahaya injil dipancarkan,” ujar RD Berto.

Desain interior Kapel St. Yohanes Maria Vianney. (SUMBER : DOK. SEMINARI JOHN BOEN)

Menurut RD Berto, kedua pilar yang merupakan simbol sokoguru Bait Suci Allah itu akan berdiri setinggi 12 meter, mengandung makna simbolis atas 12 murid Yesus.
“Dan yang tak kalah penting, tiga topi bagian atas pada sisi depan kapel menyiratkan Trinitas (satu Allah tiga diri = Bapa, Putra dan Roh Kudus) yang menjadi awal dan akhir peziarahan umat beriman. Dalam Allah kita dinaungi dengan keteduhan kasih-Nya,” tandas RD Berto.

Terpisah, Uskup Keuskupan Pangkalpinang Mgr Adrianus Sunarko, OFM usai menggelar perayaan Ekaristi live streaming di kapel sementara Seminari Mario John Boen, 30 Mei 2021 memohon dukungan semua pihak.
Seperti mungkin yang sudah atau belum diketahui umat Keuskupan Pangkalpinang yang terkasih, dan juga semua yang mengikuti perayaan ini secara live streaming,  Seminari Mario John Boen sedang mengupayakan pembangunan kapel yang diharapkan tahun ini bisa dilaksanakan. Untuk itu saya menghimbau agar kita semua memberi dukungan untuk pembangunan ini melalui doa-doa kita, juga berdasarkan kemurahan hati memberikan bantuan sumbangan sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tutur Mgr Adrianus Sunarko, OFM. (katedralpgk)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •