Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Kamis Pekan Biasa XIII; 1 Juli 2021
Bacaan :
Pertama     : Kejadian 22: 1 – 19
Injil             : Matius 9: 1 – 8

Saudara-saudari dalam Kristus,
Disadari atau tidak, banyak hal didalam hidup kita terjadi diluar dugaan dan rancangan manusia. Terkadang, kita memikirkan yang satu, malah terjadi yang lain. Apakah itu karena sebuah kebetulan? Ataukah memang itu semua terjadi didalam rencana Tuhan?

Saudara-saudari dalam Kristus,
Jawaban atas pertanyaan tersebut di atas kita dapatkan dalam Sabda Tuhan hari ini. Didalam dan bersama Tuhan tidak ada yang kebetulan. Tuhan selalu memperlihatkan kasih sayang-Nya dan kesetiaan-Nya yang besar bagi manusia. Inilah benang merah atau inti yang diperlihatkan kedua bacaan hari ini.
Pertanyaan lanjutannya adalah disposisi batin manusia yang bagaimanakah agar bisa merasakan bahkan mengalami kasih dan kesetiaan Tuhan?  Kasih setia dan belas kasih Tuhan itu menyembuhkan dan menyelamatkan.

Saudara-saudari dalam Kristus,
Sabda Tuhan hari memperlihatkan kepada manusia dua (2) sikap dasar yang harus dimiliki agar keselamatan yang dari Tuhan dapat kita raih, pertama IMAN. Iman tanpa pamrih dengan penuh penyerahan diri secara total akan mendatang keselamatan. Berkat iman, Abraham walau diusia tua dianugerahi keturunan. Dan berkat iman, Ishak, Putra tunggalnya batal dikurbankan serta diganti dengan anak domba. Juga, karena iman, orang lumpuh itu disembuhkan.

Kedua, PENGAMPUNAN. Semangat pengampunan menjadi fondasi untuk memulai hidup baru yang membebaskan. Mengampuni berarti melepaskan seseorang atau diri kita sendiri dari belenggu yang memenjarakan. Si Lumpuh akhirnya bisa sembuh dan berjalan berkat pengampunan yang dia terima dari Tuhan.

Saudara-saudari dalam Kristus,
KESELAMATAN DATANG BERKAT IMAN DAN PENGAMPUNAN. Iman dan pengampunan merupakan dua kekuatan yang harus terus menerus dibangun agar kasih dan kesetiaan Tuhan boleh dinikmati setiap manusia. Iman yang menuntut pengorbanan memang tidak mudah. Akan tetapi dengan ketaatan tanpa syarat yang kita miliki di hadapan Tuhan, iman itu akan hidup, berkembang, dan bebuah. Keutamaan ini kita temukan pada hidup Abraham dan Si Lumpuh.

Hidup setiap manusia tidak pernah luput dari kekurangan dan dosa. Pengampunan menjadi sebuah jalan untuk melepaskan setiap kita dari penjara dosa-dosa kita. Lewat pengampunan, kita dilepaskan dari kungkungan dosa dan hidup lepas bebas sebagai anak-anak Allah. Memang terkadang sulit untuk mengampuni secara manusiwi. Tetapi kita harus ingat bahwa si Lumpuh sembuh oleh pengampunan yang diberikan Tuhan.

Kita berdoa kepada Tuhan agar iman kita selalu dikuatkan dan pengampunan kita senantiasa ditambahkan. Keselamatan datang berkat Iman dan Pengampunan. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
RD. Andre Lemoro


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •