Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Hari Minggu Biasa XV
Tahun B/I Tanggal 11 Juli 2021
Bacaan : Amos 7 : 12-15. Mazmur 85 : 9ab. 10. 11-12. 13-14. Efesus 1 : 3-14. Markus 6 : 7-13

Umat Paroki Katedral St. Yosef yang terkasih : Salam Komunio!

Tugas Perutusan, bagi kita Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang, merupakan Ciri Ketiga dari Gereja Partisipatif, yakni (I) Berpusat pada Kristus, (II) Membangun Persekutuan atau Komunio, dan (III) Melaksanakan Misi Yesus Kristus. Dalam renungan ini, kita akan melihat (a) Isi & Tujuan Perutusan, (b) Siapa saja yang bisa dipanggil & diutus, (c) Apa saja syarat-syarat seorang yang dipanggil & diutus, dan (c) Apa saja buah-buah dari perutusan yang terlaksana atau tanda-tanda bahwa suatu tugas-perutusan telah terlaksana dengan hasil yang jelas?

I. Isi & Tujuan Perutusan
Dari Kisah Panggilan Para Murid, yang ditulis dalam Injil-injil, kita menemukan bahwa Isi & Tujuan Perutusan para murid Yesus dan mereka yang Dia panggil dan Dia utus, adalah mewartakan Kerajaan Allah (Mateus 10 : 7). Kepada siapakah Kerajaan Allah ini ditawarkan? Jawaban atas pertanyaan ini membawa kita kepada dua kelompok sasaran, dengan tugas-perutusan yang bertahap. Tahap pertama adalah perutusan internal atau “missio ad intra” dengan Umat Pilihan Allah atau Israel sebagai sasarannya. Demikian, ketika mengutus para murid-Nya, inilah hal yang disampaikan Yesus kepada mereka, “Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa-bangsa lain, atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel. Pergilah dan wartakanlah, kerajaan Surga sudah dekat, (Mateus 10 : 5-7).”

Selanjutnya, ada tahap kedua yaitu “missio ad gentes” dengan semua bangsa sebagai kelompok sasaran ke mana berita tentang Kerajaan Allah itu harus disampaikan. Untuk kelompok sasaran ini, adalah orangt-orang dari bangsa lain, yang dihitung oleh Tuhan kita Yesus Kristus sebagai bagian dari domba-domba-Nya juga. Kata-Nya, “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala, (Yohanes 10 : 16).” Lebih tegas lagi dalam Firman ini, ketika Yesus menegaskan bahwa segala bangsa merupakan sasaran pewartaan Injil, “Yesus mendekati mereka dan berkata: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman, (Mateus 28 : 18-20).’”

II. Siapa saja yang dipanggil & diutus?
Tugas-perutusan untuk memberitakan dan menghadirkan Kerajaan Allah ini, ternyata bukan hanya tugas-perutusan orang-orang tertentu saja, tetapi tugas semua orang. Siapakah yang dimaksudkan dengan “semua orang” di sini? Mari kita kembali kepada Firman Tuhan pada Hari Minggu ini. Dalam Bacaan Pertama, orang yang dipanggil dan diutus adalah Amos. Siapakah dia dan apa latar-belakangnya? Ternyata dia adalah seorang peternak dan pemungut buah arah yang bertugas menggembalakan kambing domba, (Amos 7 : 14-15). Dalam Bacaan Kedua, orang yang dipanggil dan diutus adalah Paulus. Sebelum menjadi murid Yesus, dia adalah Saulus, yang belajar Taurat dibawah asuhan ahli Taurat, Gamaliel. Jadi Saulus yang kemudian menjadi Paulus ini adalah seorang terpelajar, seorang ahli Taurat seperti gurunya, (Kisah 22 :3). Kemudian dalam Bacaan Injil, kita ketemu dengan kedua-belas murid, yang semuanya berlatar-belakang nelayan (Bdk Mateus 4 : 18-19 dan Markus 1 : 16-17).

III. Syarat untuk menjadi pemberita Kerajaan Allah
Dengan demikian, orang yang dipanggil dan diutus untuk mewartakan dan menghadirkan Kerajaan Allah adalah orang-orang dari berbagai latar-belakang : nelayan, penggembala domba, ahli Taurat, dan berbagai profesi lainnya asal saja memenuhi syarat untuk dipanggil dan diutus. Apa syaratnya? Syarat itu tidak lain adalah bahwa mereka semua telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Bdk. Pengakuan iman Petrus dalam Yohanes 6 : 68). Dan di atas dasar iman seperti itulah, Yesus mendirikan Gereja-Nya, (Mateus 16 : 15-19). Dan dengan dasar iman rasuli tersebut, maka orang-orang yang dipanggil dan diutus untuk memberitakan dan menghadirkan Kerajaan Allah adalah semua anggota Gereja, yakni anda dan saya! Tanpa pengecualian, kita semua, oleh karena telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka kita semua adalah orang-orang yang dipanggil dan diutus untuk menghadirkan Kerajaan Allah.

IV. Tanda-tanda hadirnya Kerajaan Allah
Apa saja indikasi atau tanda-tandanya bahwa Kerajaan Allah itu sudah ada atau sudah hadir di antara manusia? Sejumlah indikasi tentang hadirnya Kerajaan Allah itu ditegaskan oleh Tuhan kita Yesus Kristus sendiri, ketika diri-Nya dituduh mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jawaban Yesus terhadap tuduhan ini, adalah “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu, (Mateus 12 : 28).” Dengan demikian, indikator utama tentang hadirnya Kerajaan Allah, ialah hadir dan bekerjanya Roh Allah, yang berkuasa mengalahkan Beelzebul dan kuasanya.

Dalam Firman Tuhan yang menjadi Bacaan-bacaan kita pada HMB XV ini, antara lain hadirnya Roh Allah, yang membuat Amos yang adalah seorang penggembala yang sederhana, menerima tugas-perutusan Tuhan untuk menyampaikan pesan-pesan-Nya kepada Umat-Nya, sekalipun mereka menolaknya (Amos 7 : 14-15). Di dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus, indikasi tentang hadirnya Kerajaan Allah itu adalah situasi di mana Umat hidup di hadapan Allah dalam kasih dan keadaan kudus dan tak bercela, dan cara hidup yang demikian kemudian memberi ruang untuk terjadinya penebusan dalam rupa pengampunan dosa, (Efesus 1 : 4-7). Kemudian di dalam Bacaan Injil, indikasi tentang hadirnya Kerajaan Allah itu terjadi melalui kuasa yang diberikan Yesus kepada para murid-Nya, kuasa untuk mengatasi roh-roh jahat, dan terjadinya pertobatan dan penyembuhan sebagai reaksi positif terhadap tugas-perutusan yang dikerjakan para murid Yesus (Markus 6 : 7. 12-13).

Dengan demikian, tugas-perutusan untuk memberitakan dan menghadirkan Kerajaan Allah sesungguhnya adalah tugas-perutusan untuk membangun hidup di dalam kasih dan kekudusan, tugas-perutusan untuk menghadirkan penyembuhan serta pertobatan dan pembebasan dari belenggu roh-roh jahat. Semua ini dapat dikerjakan oleh orang-orang yang dipanggil dan diutus, dengan satu-satunya syarat, yaitu bahwa mereka semua yang dipanggil dan diutus tersebut adalah orang-orang yang hidupnya senantiasa terhubung dengan Allah, atau menurut Paulus, mereka ini adalah ciptaan baru atau orang-orang yang dikuasai oleh kasih Kristus, (2Korintus 5 : 17). Karena itu, marilah kita memberi diri untuk dikuasai oleh kasih Kristus, agar dengan demikian di dalam dan dengan kuasa Kristus ini, kita mampu menghadirkan Kerajaan-Nya melalui indikasi-indikasi yang telah kita sebutkan di atas tadi. Amin! (*)

Renungan oleh:
RD Marcel Gabriel


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •