Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Kamis, 15 Juli 2021
Bacaan :
1 . Keluaran 3: 13-20
2. Matius 11:28-30
PW. St. Bonaventura; Uskup & Pujangga Gereja

Beban kehidupan selalu dialami oleh manusia; seperti adanya bencana alam, persaingan usaha, kemiskinan, peperangan, dsb. Apa lagi saat wabah Covid 19 ini. Bukan saja persoalan kesehatan, tetapi  merambah ke semua aspek kehidupan.  Beratnya beban, dapat menyebabkan  seseorang  terganggu secara fisik, mental ataupun rohani.  Akar masalah terdalam adalah kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Pada zaman Yesus, beban umat Israel terutama disebabkan oleh penjajahan Romawi dan perintah agama dari kaum Farisi, Imam-Imam serta para ahli Taurat, yang mereka sendiri tidak melakukannya. Terhadap situasi ini, Yesus bersabda :”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikulah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, karena Aku lemah lembyt dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan” (Mat.11:28-30)

Tentu bukan maksud Yesus untuk membebaskan murid-murid-Nya dari segala penderitaan dan beban kehidupan.  Dengan membawa semua beban kehidupan kepada Yesus, Dia akan menyertai dan memberikan daya Illahi-Nya, sebagaimana Allah menyertai dan menolong Musa, sehingga ia memiliki keberanian dan kesanggupan untuk membantu membebaskan umat Israel dari beban penderitaan akibat penindasan di Mesir. Bersama Yesus, beban kehidupan seberat apapun selalu dapat dilewati.

Sering terjadi, orang mengalami beban  dan penderitaan  disebabkan oleh kesalahannya sendiri. Kehilangan pekerjaan karena korupsi, kehilangan kepercayaan karena berdusta, dipermalukan karena kedapatan menggunakan narkoba, dsb.  Kesembuhan akan diperoleh kalau orang berani dating kepada Yesus untuk dengan rendah hati memohon pengampunan-Nya serta mau mengampuni orang-orang yang telah menjerumuskannya……(*)

Renungan oleh:
Ign Sumardi


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •