Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Sabtu, 17 Juli 2021

Injil hari ini terdiri dari dua bagian: (a) bagian pertama tentang reaksi yang berbeda dari orang-orang Farisi dan orang-orang yang mendengarkan khotbah Yesus; (b) bagian kedua tentang pandangan Matius terhadap reaksi yang berbeda itu: penggenapan nubuat Hamba Yahwe, yang telah diwartakan Nabi Yesaya.

Reaksi Orang Farisi: Mereka Memutuskan untuk Membunuh Yesus

Ayat ini adalah penutup dari episode sebelumnya, di mana Yesus menantang kedengkian orang Farisi, menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya (Mat 12, 9-14). Reaksi orang-orang Farisi adalah mengadakan pertemuan untuk menentang Yesus. Hal ini menyebabkan putusnya hubungan antara otoritas agama dan Yesus. Dalam Injil Markus episode ini jauh lebih eksplisit dan provokatif (Mrk 3,1-6). Dia mengatakan bahwa keputusan untuk membunuh Yesus bukan hanya dari orang Farisi, tetapi juga dari Kaum Herodian (Mrk 3,6). Pemuka Agama dan Penguasa Sipil bersatu melawan Yesus.

 Reaksi Orang Banyak: Mengikuti Yesus 

Ketika Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana (Ay. 15)  Orang-orang mengikutinya. Bahkan mengetahui bahwa otoritas agama telah memutuskan untuk membunuh Yesus, orang tidak berpaling dari Yesus, sebaliknya mereka mengikuti Dia. “Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya” (Ay. 15 b). Orang tahu bagaimana membedakan. Yesus meminta untuk tidak membocorkan berita tentang siapa Dia, tidak mengatakan apa yang dia lakukan. Kontras yang bagus. Di satu sisi, konflik hidup dan mati, antara Yesus dan otoritas agama, di sisi lain, pergerakan orang yang ingin bertemu Yesus! Terutama mereka yang terpinggirkan dan terkucil yang mempersembahkan diri mereka kepada Yesus dengan segala jenis penyakit dan kejahatan mereka. Mereka yang tidak diterima di masyarakat, dan oleh komunitas agama waktu itu disambut, dirangkul  oleh Yesus.

Yesus adalah Mesias, Pemenuhan  Nubuat Hamba. 

Reaksi yang berbeda dari orang-orang Farisi dan orang-orang ini membuat Matius melihat dalam hal ini penggenapan nubuat Hamba. Di satu sisi, Hamba itu tidak memberontak,  tidak berpaling ke belakang. Ia memberi punggungnya kepada orang-orang yang memukul dia , dan pipinya kepada orang-orang yang mencabut janggutnya. Ia tidak menyembunyikan mukanya ketika dinodai dan diludahi.(Yes 50:5-7). Di sisi lain, Hamba dicari dan ditunggu oleh masyarakat. Banyak Orang menanti pengajarannya.Ia tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.(Yes 42,4). Inilah yang sebenarnya terjadi dengan Yesus. Dialah penggenapan nubuat Hamba.Mari kita baca teks  bagian akhir dari Injil hari ini secara perlahan-lahan, sambil merenungkan tentang Yesus dan orang-orang yang tersingkirkan hari ini:

SUMBER : www.mariasantissimadelcarmine.it/mt-1214-21

“Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan;Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap. (Ay. 18-21). (*)

Renungan oleh:
RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •