Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Senin, 26 Juli 2021
Bacaan :
1. Sir. 44:1.10-15
2. Mat. 13:16-17
PW. St.Yohakim & Sta. Anna

Cara seseorang melihat dan mendengar,ditentukan oleh sikap hatinya yang kemudian tampak dalam tindakan dan cara hidupnya. Bukan bermaksud menghakimi, hal ini nyata dalam warna-warni sikap dan tanggapan banyak orang ketika melihat realitas dan mendengar berita merebaknya varian wabah covid-19 akhir-akhir ini.

Kata-kata Tuhan Yesus, ”Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab….banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamul ihat tetapi tidak melihatnya dan ingin mendengar apa yang kamu dengar tetapi tidak mendengarnya.” ( Mat.13:16-17) menunjuk tentang bagaimana semestinya kaum beriman kristiani melihat dan mendengar dengan iman. Para murid disebut berbahagia, karena mereka mampu melihat dan menerima pribadi Yesus dengan mata dan telinga iman yakni sebagai Sang Juru Selamat, Penerimaan itu terwujud dalam kerelaan dan keterbukaan mereka diutus Yesus, melanjutkan karya-Nya membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi umat manusia.

Tradisi Gereja dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Kudus disebut berbahagia dan dimmarduliakan Allah – termasuk Santo Yohakim dan Santa Anna – karena mereka bersedia menjadi alat Tuhan bagi keselamatan banyak orang berkat penglihatan dan pendengaran iman mereka.

Melalui berbagai peristiwa hidup setiap hari, sesungguhnya Allah berkarya demi kebahagiaan manusia. Mengundang manusia untuk menemukan dan mejawab tawaran-Nya serta mengundang semua yang percaya kepada-Nya mengalami kebahagiaan hidup di dalam Dia. (*)

Renungan oleh:
Ign Sumardi


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •