Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Injil hari ini memberi kita dua perumpamaan singkat yang mirip satu sama lain, tetapi ada perbedaan yang signifikan untuk lebih memperjelas aspek-aspek khas dan khusus dari Misteri Kerajaan Allah yang hendak diungkapkan oleh kedua perumpamaan itu.

Perumpamaan Tentang Harta yang Terpendam.

Yesus menceritakan kisah yang sangat sederhana dan pendek yang dapat terjadi dalam kehidupan setiap orang. Dia berkata: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi, Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”Yesus tidak menjelaskan apa -apa. Ia hanya mengatakan bahwa Kerajaan Surga itu seperti harta karun yang tersembunyi di ladang. Beberapa poin yang mungkin bisa kita ungkapkan:

(a) Harta, Kerajaan, sudah ditemukan di ladang, dalam kehidupan. Dia tersembunyi. Kita melewati dan berjalan di ladang kehidupan tetapi mungkin tidak menyadari keberadaanya.

(b) Manusia menemukan harta karun, secara kebetulan. Dia tidak berharap untuk menemukannya, karena dia tidak mencarinya.

(c) Disadari bahwa rupanya harta itu sangat penting, apa yang dia lakukan? Apa yang akan kita lakukan untuk mendapatkan hak mengambil harta itu. Dia pergi, menjual semua yang dia miliki, dan membeli ladang itu. Dengan itu dia juga mendapatkan harta terpendam yaitu Kerajaan Surga.  Di sini kita melihat bahwa syarat untuk memiliki hak atas Kerejaan itu adalah menjual semuanya!

(d) Jika harta, Kerajaan Surga, sudah ada dalam hidupku, maka aspek penting kehidupan mulai memiliki nilai baru.

(e) Dalam cerita ini, yang mendominasi adalah kemurahan hati. Harta itu ditemukan secara kebetulan, terlepas dari rencana kita. Karena itu kita tidak membiarkan momen anugerah ini berlalu tanpa menghasilkan buah.

Perumpamaan tentang Mutiara.

Perumpamaan kedua mirip dengan yang pertama, tetapi dengan satu perbedaan penting. Kisahnya sebagai berikut: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Beberapa poin yang mungkin berguna: (a) Ada seorang pedagang mutiara.  Dia hanya melakukan hal itu ini dalam hidupnya: mencari dan menemukan mutiara. Mencari, menemukan mutiara yang sangat berharga. Di sini penemuan Mutiara atau Kerajaan Sorga itu bukanlah kebetulan, tetapi hasil dari pencarian yang panjang.

(b) Pedagang mutiara mengetahui dengan bai nilai mutiara. Ia tahu dengan baik nilai Kerejaan Surga.  Ia tidak tertipu. Dia tahu nilai barang dagangannya.

(c) Ketika dia menemukan mutiara yang sangat berharga, dia pergi dan menjual semua miliknya dan membeli mutiara itu. Baginya Mutiara atau Kerajaan Allah itu memiliki nilai yang paling besar.

Saudara-saudari terkasih. Kedua Perumpamaan di atas memiliki tujuan yang sama: untuk mengungkapkan kehadiran Kerajaan, tetapi masing-masing mengungkapkan penemuannya dengan cara yang berbeda: pertama, karena tindakan Tuhan yang cuma-cuma di dalam kita, dan  kedua, melalui usaha pencarian yang dilakukan setiap manusia untuk biusa menemukan makna hidup yang lebih baik.

Kita diundang untuk mempercayai Sabda Tuhan, bahwa Hal-Hal yang berhubungan dengan Kerajaan Surga  yang dibawa oleh Yesus adalah yang paling berharga dan memberi makna dan nila hidup yang paling tinggi .

Renungan oleh: RD Benny Balun


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •