Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Kamis, 29 Juli 2021

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. (1Yoh 4:7)

Begitu indah pesan Yohanes dalam suratnya. Allah telah lebih dahulu mengasihi kita dengan Anaknya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Kalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Cara mengasihi orang berbeda-beda, seperti ditunjukkan oleh Maria dan Marta. Maria lebih memilih duduk dekat kaki Tuhan dan mendengarkanNya (Luk 10:39), sedangkan Marta sibuk melayani (Luk 10:40). Maria tinggal di rumah, sedangkan Marta pergi mendapatkan Yesus (Yoh 11:20).

Hari ini kita memperingati santa Marta, perempuan yang aktif melayani. Ia mewakili sisi aktif hidup kita. Mari kita meneladani Marta yang mewujudkan kasihnya dengan cara aktif melayani.

Di masa pandemi ini, mungkin ada keluarga kita, umat KBG kita, tetangga kita menderita sakit covid 19. Mari kita secara aktif menawarkan bantuan kepada yang sakit, bertanya kepada mereka yang sedang isolasi, “Apa yang bisa saya bantu? ” “Perlu beras, sabun, belanja kebutuhan? ” Perhatian dan kasih sayang kita amat dibutuhkan di saat seperti ini.

Namun demikian, meski kita ikut terlibat bukan berarti kita tidak percaya bahwa Tuhan ikut campur tangan dalam kesusahan manusia. Justru karena kita percaya Allah yang mengasihi kita, maka kita pun mengasihi sesama kita. Seperti Marta kita berseru, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia. ” (Yoh 11:27). (*)

Renungan oleh:
RD Yosef Setiawan


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •