Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Siang itu, Minggu (01 Agustus 2021) cuaca Kota Pangkalpinang dan sekitarnya terasa cukup panas. Mentari bersinar sangat terik, namun ratusan pelayat seakan tak menghiraukan cuaca siang itu. Terlihat sebuah liang lahat yang berada persis di sebelah Barat makam Romo Anton Mite Pr. yang baru diisi dua minggu lalu siap untuk menjadi tempat peristirahatan terakhir Pastor FX Hendrawinata Zen, Pr. Puluhan karangan bunga tampak memenuhi areal sekitar makam imam senior ini, seakan mengisyaratkan ia imam yang dicintai umatnya dan beberapa kalangan.

Siang itu RD Bertolomeus Ngita dan RD Andreas Poldo Situmorang memimpin upacara pemakaman di Kompleks Pekuburan Katolik Jalan Soekarno Hatta, Pangkalpinang. Selain para imam, biarawan, dan umat, terlihat juga “senior” dan para aktivis Marriage Encounter Distrik XV Keuskupan Pangkalpinang mengikuti rangkaian prosesi pemakaman. Mantan Vikjend era Mgr Hilarius Moa Nurak SVD selama 20 tahun ini tercatat pernah menjadi pastor pendamping dari kelompok kategorial tersebut.

Yang tak kalah penting dari catat sejarah perjalanan imam diosesan kedua Keuskupan Pangkalpinang ini adalah perannya untuk karya perwartaan. Rekam jejaknya sebagai delegatus Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Pangkalpinang tahun 1977 hingga 1982 dan tahun 1998  hingga 2018 membuat panggilan jiwa Pastor Hendra pada dunia pewartaan mendorongnya berkiprah lebih jauh di luar gereja katolik.

Kolase RD FX Hendrawinata Zen saat memimpin perayaan Ekaristi Natal di Katedral St Yosef Pangkalpinang, 25 Desember 2020. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Mengemban jabatan sipil di luar tugasnya sebagai imam, Pastor Hendra mengawali hubungan dengan Kompas Gramedia Grup saat dirinya menjabat sebagai anggota badan pengawas Toko Buku Widya Lestari. Seiring perjalanan waktu, Toko Buku Widya Lestari kemudian bergabung di bawah bendera PT Widya Asri Media (Toko Buku Gramedia).

Selain Toko Buku Gramedia, Komisi Komsos Keuskupan Pangkalpinang memiliki PT. Radio Palupi Duta Nada. Radio inilah yang kelak menjadi cikal bakal lahirnya Radio Sonora Bangka, anak perusahaan Kompas Gramedia yang bernaung di bawah bendera Sonora Group.

“Suatu hari Pastor Hendra mengusulkan agar PT Indopersda Primamedia (anak perusahaan Kompas yang membawahi koran daerah-red) segera menerbitkan koran di Bangka. Ide itu disampaikan dan cocok karena Bangka kosong, gak ada media. Hingga Bangka Pos lahir tahun 1999, beliau men-support habis-habisan,” kenang pemimpin umum PT Indopersda yang juga putra Bangka, Sentrijanto.

Terpisah, Uskup Keuskupan Pangkalpinang Mgr Adrianus Sunarko OFM memberi kesaksian bagaimana seorang Pastor Hendra selalu ingat dengan tanggal ulang tahun maupun ulang tahun imamat para romo.
“Misalnya ada Romo ulang tahun, pesta imamat, pasti setelah melewati jam 12 malam sudah ada ucapan selamat di grup whatsApp,” ujar orang nomor satu di keuskupan ini.

Pada kesempatan yang sama, uskup juga mengucapkan terima kasih kepada Pastor Hendra.
“Terimakasih atas pengabdian yang luar biasa, bertahun-tahun di masa sulit,” tutur Mgr. Adrianus.
Sebagaimana tak ada gading yang tak retak, pemimpin tertinggi umat Katolik di Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau ini juga berharap agar umat merelakan Pastor Hendra dan memaafkan kesalahannya.

Beristirahatlah dalam damai Pastor FX Hendrawinata,Pr. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Selamat jalan Pastor Hendra. Kalaupun kini engkau telah pergi, kenangan itu tetap tertinggal, abadi selamanya.
“Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.” (Roma 6:22). (katedralpgk)

Penulis: Dhina/caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •