Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Seminari Mario John Boen milik Keuskupan Pangkalpinang sejak dua bulan terakhir terus membangun kapel untuk sekolah menengah calon imam itu. Kapel yang diberi nama Santo Yohanes Maria Vianney itu, saat ini menuju dua bulan pengerjaan. Seminari Mario John Boen dan Keuskupan Pangkalpinang menanti dukungan umat dan para donatur yang terpanggil untuk membantu.

Kapel Santo Yohanes Maria Vianney di Kompleks Seminari Menengah Mario John Boen, Keuskupan Pangkalpinang, menuju dua bulan pengerjaan. Foto diambil dari udara, Jumat (06 Agustus 2021). (KATEDRALPGK/ANDRI)

“Kami sangat mengharapkan dukungan Bapak/Ibu demi terwujudnya kapel di Seminari Mario John Boen ini. Sekecil apapun dukungan Bapak/Ibu, itu akan sangat berarti bagi kami guna mewujudkan kapel yang sejak 10 tahun lalu sudah diimpikan, namun tak kunjung terwujud,” ungkap Romo Rektor Seminari Mario John Boen, RD Stanislaus Bani.

Romo Stanis melanjutkan, donasi untuk Kapel Seminari Mario John Boen bisa ditujukan ke nomor rekening 041-2828281, atas nama Seminari Mario John Boen Pangkalpinang, BCA KCU Pangkalpinang.
“Dari lubuk hati terdalam kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Limpah terima kasih kami haturkan atas dukungan semua pihak. Kemurahan hati Bapak/Ibu tentu memberi harapan baru bagi kami,” imbuh Romo Stanis.

Kapel Santo Yohanes Maria Vianney di Kompleks Seminari Menengah Mario John Boen, Keuskupan Pangkalpinang, menuju dua bulan pengerjaan, Jumat (06 Agustus 2021). (KATEDRALPGK/FENNIE)

Senada dengan Romo Rektor, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko OFM juga mengharapkan dukungan yang sama bagi terwujudnya kapel di seminari tersebut.
“Umat Keuskupan Pangkalpinang yang terkasih, seperti diketahui bersama Seminari Mario John Boen sekarang ini sedang membangun kapel yang memang sangat penting untuk proses pendidikan anak-anak di seminari. Kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dan masih memohon bantuan donasi lebih lanjut agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Banyak terimakasih atas kerelaan saudara-saudari untuk turut serta membantu proses pembangunan kapel yang sangat penting untuk Seminari Mario John Boen. Tuhan memberkati,“ tutur Mgr Adrianus Sunarko OFM di ruang kerjanya, Senin (09 Agustus 2021).

Pekerja membersihkan lahan di lokasi bakal berdirinya Kapal St. Yohanes Maria Vianney dengan latar belakang asrama Seminari Menengah Mario John Boen, 19 Juni 2021. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Terpisah, RD Bertolomeus NAP Ngita selaku penanggungjawab pembangunan kapel mengungkapkan kapel diharapkan selesai dalam tempo 10 bulan terhitung sejak pembangunan awal.
“Delapan bulan ke depan, persisnya 25 April 2022 pembangunan kapel ini diharapkan  selesai. Kami berharap bisa mengambil momen ulang tahun seminari yang ke-11 sebagai momentum peresmian Kapel Seminari Mario John Boen yang  juga bertepatan dengan ulang tahun tahbisan imamat Pastor Mario John Boen ke-87, imam pribumi sekaligus imam diosesan pertama Indonesia yang telah menjadi inspirator dan motivator bagi seminari ini,” ujar RD Berto.

Pekerja mengecor fondasi Kapel Seminari Menengah Mario John Boen pada hari ke-8 pembangunan, 29 Juni 2021. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Progress pembangunan Kapel Seminari Menengah Mario John Boen, Keuskupan Pangkalpinang, tepat satu bulan pengerjaan, 19 Juli 2021. (KATEDRALPGK/FENNIE)

Mengenang Dua Tokoh Sentral
Kapel yang hendak didedikasikan bagi anak-anak seminari itu, sekaligus untuk mengenang dengan penuh hormat dua tokoh sentral peletak landasan Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Pangkalpinang, yakni misionaris awam Paulus Tjen On Ngie dan Pastor Mario John Boen. Paulus Tjen On Ngie adalah awam pertama  yang merintis karya misi pada pusat misi pertama di Vikariat Apostolik Batavia, tepatnya di Sungaiselan. Dia dikenal sebagai seorang tabib. Mengobati orang sakit sekaligus mewartakan Injil menjadi karya hidupnya yang patut dikenang.

Kolase Pastor Mario John Boen dan Paulus Tjen On Ngie. (KATEDRALPGK/DOK.)

Design Kapel St. Yohanes Maria Vianney dengan dua pilar penyangga pada sisi kiri kanan gereja yang nantinya akan bertuliskan nama RD Mario John Boen dan Paulus Tjen On Ngie. (SEMINARI MARIO JOHN BOEN/DOK.)

Sementara Pastor Boen/ RD Mario John Boen adalah imam yang lahir, besar dan berkarya di Pulau Bangka, wilayah Keuskupan Pangkalpinang. Ia adalah satu-satunya imam yang menjalani penggembalaan selama tiga masa, Belanda, Jepang, dan kemerdekaan.
“Gereja Katolik Keuskupan Pangkalpinang tidak bisa menafikan jejak sejarah bahwa persemaian iman tertanam di masa Paulus Tjen On Ngie dan di era Pastor Mario John Boen. Persemaian itu dirawat untuk membentuk masa depan gereja sebagaimana yang kita kemudian alami saat ini. Secara istimewa Pastor Mario John Boen dikenang sebagai satu-satunya imam yang menyelamatkan gereja di saat semua imam berkewarganegaraan Belanda ditawan Jepang dan satu persatu wafat,” tandas RD Berto. (katedralpgk)

Penulis : caroline_fy
Editor : caroline_fy


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •