Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Senin Pekan Biasa XX, 16 Agustus 2021.

Bacaan Pertama: Hak 2:11-19

Mazmur Tanggapan: Mazmur 106:34-37.39-40.43ab.44

Bacaan Injil: Matius 19:16-22

Bangsa Israel meninggalkan Tuhan Allah nenek moyang mereka. Mereka mengkhianati Tuhan dengan beribadah kepada dewa-dewa. Akibat dari tindakan mereka itu Tuhan marah dan murka. Maka Tuhan mendatangkan malapetaka terhadap mereka sehingga hidup mereka sangat terdesak dan susah. Walaupun mereka telah melanggar perintah-Nya tetapi Tuhan tetap berbelas kasih mendengarkan rintihan mereka yang tertindas dan terdesak. Kitapun seringkali jatuh dalam dosa yang sama seperti bangsa Israel bahkan berulang-ulang melakukan hal yang sama. Akan tetapi Tuhan itu Maha Murah, Ia mengampuni dosa-dosa yang kita perbuat asal kita benar-benar mau bertobat dan tetap mengandalkan Tuhan di dalam kehidupan.

Perikop Injil hari ini menceritakan tentang seorang muda yang datang kepada Yesus dan bertanya kepada-Nya; perbuatan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh hidup yang kekal? Yesus memberi semacam syarat utama, bahwa untuk masuk ke dalam hidup yang kekal hendaklah turuti segala perintah Allah, “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayah dan ibumu, kasihlah sesama manusia”. Orang muda itu merasa bahwa semua perintah Allah sudah dia lakukan di dalam kehidupannya. Terkadang  kita juga merasa sudah sempurna menjalankan segala perintah Allah dalam kehidupan kita, padahal Yesus menginginkan sesuatu yang lebih dari itu yakni ‘menjual seluruh milik’, dalam arti; memberi perhatian juga kepada kebutuhan orang-orang miskin di sekitar kita. Orang muda itu merasa kecewa karena hartanya banyak dan tidak mau menuruti perintah-Nya. Hatinya masih sangat terikat pada harta duniawi. Bagi Yesus, orang seperti dia akan sulit mendapatkan harta surgawi atau kehidupan kekal.

Kita seringkali tidak taat pada perintah Allah. Hidup kita didominasi hal-hal duniawi dan cenderung serakah. Untuk itu, marilah kita membuka hati kepada Tuhan agar kita disadarkan untuk dapat memperbaiki hidup kita dan hidup menurut jalan-Nya. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan saling berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Di masa pandemi ini banyak saudara-saudari kita yang sedang isolasi mandiri. Gerakan kecil membantu para isoman dalam mencukupi kebutuhan makanan dan kesehatan ini menjadi cara kita untuk merealisasikan kasih Allah di dunia. (*)

Renungan oleh : Shito Kadari


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •