Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Selasa, 17 Agustus 2021

Bacaan :
1. Sirakh 10:1-8
2. 1 Petrus 2:13-17
3. Matius 22: 15-21

Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76

Hari ini Bangsa Indonesia merayakan dan mensyukuri kemerdekaannya yang ke-76, bukan saja sebagai buah dari perjuangan tetapi sekaligus sebagai anugerah Tuhan. Sebagai bagian dari masyarakat dan warga negara  Indonesia, Umat Katolik selayaknya bangga memiliki negara merdeka yang diakui dan berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain dalam pergaulan internasional.

Selain sebagai warga negara Indonesia, Umat katolik juga menjadi warga Gereja. Sebagai warga negara, umat Katolik mengalami dan merasakan hidup di alam kemerdekaan dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, hasil perjuangan dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Sementara status sebagai warga Gereja, diperoleh berkat iman kepada Kristus, yang karena besarnya kasih Allah Bapa, berkenan mengutus Putera-Nya guna membebaskan manusia dari kuasa dosa dan maut melalui pengorbanan salib. Karena kedua status inilah Yesus bersabda: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” Berikan dan lakukan apa yang wajib dilakukan untuk bangsa, masyarakat dan negara demikian halnya apa yang wajib diberikan untuk Gereja.

Kedua status tersebut tidak menjadikan umat katolik menjalani dua kehidupan, sebaliknya justru saling mendukung dan menyempurnakan. Alm. Mgr Sugiyo Pranoto mengatakan bahwa orang katolik yang sejati adalah 100% katolik dan 100% Indonesia. Partisipasi dalam mengembangkan kehidupan menggereja dapat dilakukan karena umat mengalami hidup di alam kemerdekaan. Demikian juga partisipasi dalam membangun kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, merupakan perwujudan iman akan Kristus; bahwa apapun yang dilakukan terhadap sesama hal itu sesungguhnya dilakukan kepada Kristus. (bdk Mat 25:31-46) Hanya dengan demikian kehidupan di dunia menjadi bagian tak terpisahkan menjalani kehidupan kemerdekaan iman, menyongsong kehidupan bahagia bersama Kristus, sesudah kehidupan di dunia ini berakhir. (*)

Renungan oleh:
Ign Sumardi


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •