Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Haran Paroki Katedral Santo Yosef, Pangkalpinang

Bacaan =  Wahyu 21 : 9b – 14. Mazmur 145 : 10-11. 12-13ab. 17-18. Yohanes 1 : 45-51.

(Pesta Santo Bartolomeus, Rasul).

  1. Titik berangkat (point of departure)!

Pada Selasa, 17 Agustus 2021, kita bersuka-cita merayakan Peringatan HUT ke-76 NKRI, dan sejak hari itu kami meluncurkan Serial Renungan Harian yang bertema, “Meresapi & Menyempurnakan Tata-dunia Dengan Semangat Injil, (Konsili Vatikan II : Dekrit tentang Kerasulan Awam, “Apostolicam Actuositatem” art 5). Renungan Harian berseri ini diluncurkan dengan beberapa pertimbangan :

  • Bahwa perjuangan untuk merdeka sudah berakhir pada 17 Agustus 1945.
  • Bahwa mulai 17 Agustus 1945 hingga saat ini dan seterusnya, perjuangan kita adalah untuk “mengisi kemerdekaan NKRI yang sudah memasuki tahun ke-76 hingga selanjutnya.”
  • Bahwa sebagai orang Katolik, kita juga adalah bagian dari bangsa ini, dan karena itu kita pun ikut bertanggung-jawab untuk mengisi kemerdekaan NKRI tercinta kita ini!
  1. Panggilan untuk merasul : Locus, Peluang, Tantangan, dan Modal Kita!

Upaya untuk mengisi kemerdekaan NKRI tercinta kita ini memberikan kepada kita LOCUS berikut PELUANG untuk melaksanakan tugas kerasulan kita. Dan Konsili Vatikan II melalui Dekrit tentang Kerasulan Awam, juga telah menyediakan bagi kita MODAL untuk melaksanakan tugas ini, yakni SEMANGAT INJIL Dalam Dekrit tersebut,  “Semangat Injil” ini dimaknai sebagai perutusan, untuk  “menghadirkan pesan-pesan Yesus Kristus melalui kata-kata dan tindakan, dan memberitakan Rahmat Tuhan ke dalam dunia, [= to manifest Christ’s message by words and deeds and to communicate His grace to the world.].

Apakah “Semangat Injil” atau “Christ’s message and grace” yang menjadi MODAL kita untuk kita resapi (ke dalam hati kita) dan kemudian kita resapkan ke dalam tata-dunia tersebut? Mari kita temukan dalam Firman Tuhan yang menjadi Bacaan kita hari ini!

  1. Berbagi Mesias dan Kerajaan-Nya kepada/dengan dunia

Dalam Bacaan Injil hari ini, “Semangat Injil” atau “Christ’s message and grace” itu, kita temukan dalam diri Rasul Filipus. Filipus sudah menemukan Mesias, dan dia berbagi temuannya itu kepada Natanael. Karena Natanael tidak yakin, maka Filipus lalu mengajak Natanael untuk menjumpai Yesus (Yihanes 1 : 45-48). Perjumpaan Natanael dengan Yesus, melalui ajakan Filipus itu, akhirnya membuka hati Natanael untuk menerima dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah, (Yohanes 1 : 49-51).

Demikian, ketika Sang Mesias di hadirkan kepada dunia dan dipertemukan dengan orang-orang yang mempunyai keterbukan hati seperti Natanael ini, maka Kerajaan Allah yang ditawarkan Sang Mesias ini juga akan terbuka bagi orang-orang seperti Natanael ini. Dengan menerima dan mengakui Yesus, orang-orang seperti Natanael ini, pada akhirnya juga akan mendapatkan akses untuk masuk ke dalam kota kudus Allah, yakni Yerusalem Surgawi (Wahyu 21 : 10-12).

Agar supaya tata-dunia diresapi dan disempurnakan dengan semangat Injil, agar supaya Kerajaan Allah berikut damai-sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus dapat menjangkau orang-orang di dalam dunia ini, diperlukan oerang-orang seperti “malaikat yang memandu Yohanes untuk melihat kota suci (Wahyu 21 : 9b-10), atau seperti para kudus yang dipuji dalam Mazmur (Mzm 145 : 11-13), atau juga sebagaimana Filipus terhadap Natanael.

  1. Anda mau menjadi Filipus bagi para Natanael zaman ini?

Apakah anda bersedia untuk menjadi “malaikat” yang menawarkan diri untuk mengantar orang-orang ke kota suci Allah, Yerusalem surgawi? Atau seperti Filipus, untuk memperkenalkan Mesias kepada orang-orang dewasa ini, dan bahkan membawa mereka kepada iman akan Kristus? Semoga (RMG).

Renungan oleh:
Rm Marcel Gabriel, Pr


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •